Flick Tetap Pertahankan Lini Pertahanan Tinggi Meski Barcelona Kebobolan Terus

Jumat, 07 Nov 2025, 09:32 WIB

BARCELONA - Pelatih Barcelona, Hansi Flick, menegaskan dirinya tidak akan meninggalkan gaya permainan dengan garis pertahanan tinggi, meski tim asuhannya tengah kesulitan meredam serangan lawan. Barcelona akan menghadapi Celta Vigo, Minggu (9/11) di lanjutan La Liga.

Klub Catalan mendapat kritik setelah pertahanan mereka tampak rapuh saat bermain imbang 3-3 melawan Club Brugge di Liga Champions, Rabu lalu. Brugge berkali-kali memanfaatkan ruang di belakang garis belakang Barca yang tinggi, namun Flick tetap bersikukuh pada filosofi permainannya.

Ket. Foto: Pelatih Barcelona Hansi Flick. — Sumber: AFP

Musim lalu, Flick membawa Barcelona meraih treble domestik dengan gaya bermain menyerang yang penuh risiko. Namun, musim ini pendekatan tersebut kian sulit dipertahankan. Barcelona tertinggal lima poin dari pemuncak klasemen Real Madrid dan kalah di El Clasico pada akhir Oktober. Di Liga Champions, mereka bahkan berada di peringkat ke-11 dan harus tiga kali bangkit untuk menyelamatkan hasil imbang kontra Brugge.

“Kami bisa saja turun bertahan rendah, tapi itu bukan cara kami. Itu bukan filosofi kami,” tegas Flick. “Kami sedang kesulitan dan kepercayaan diri menurun. Tapi saya bukan pelatih yang akan mengubah semuanya. Kami ingin bermain sesuai DNA kami. Kami tidak ingin hanya bertahan dan menang 1-0 lewat serangan balik.”

Masalah cedera juga memperparah situasi Blaugrana. Absennya beberapa pemain kunci membuat intensitas pressing tidak berjalan efektif. Dalam sistem Flick, pressing menjadi kunci agar garis belakang tidak terlalu terekspos.

“Semua pemain harus berada di posisi yang tepat dan melakukan tekanan. Kalau lini tengah tidak memenangi duel, tentu saja bek akan kesulitan menghadapi pemain cepat,” jelas Flick.

Pelatih asal Jerman itu berharap performa Barca membaik setelah jeda internasional ketika Raphinha, Joan Garcia, dan Pedri diperkirakan kembali. Ketiganya dipastikan absen saat bertandang ke markas Celta, stadion Balaídos yang selama ini tidak bersahabat bagi Barcelona. Dalam 10 kunjungan terakhir ke sana, Barca hanya menang dua kali.

Musim panas lalu, kepergian bek berpengalaman Inigo Martinez juga turut menambah masalah di lini belakang. Flick hingga kini belum menemukan duet bek tengah yang stabil.

Gelandang Frenkie de Jong mengakui masalah pertahanan Barcelona tidak hanya soal garis belakang. “Kami lemah dalam mengantisipasi serangan balik, dalam mengawal pergerakan lawan, dalam posisi bertahan. Ini gabungan dari banyak hal,” kata De Jong.

Satu sisi positif datang dari kebangkitan Lamine Yamal. Pemain 18 tahun itu tampil brilian dan mencetak gol indah saat melawan Brugge. Musim lalu, ia kerap menjadi penyelamat Barcelona. Namun Flick masih berhati-hati.

“Saya senang dia kembali ke level terbaik, tapi kita tidak tahu bagaimana kondisinya besok atau pekan depan,” ujar Flick. “Kami tidak bisa mengandalkan satu pemain saja.”

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.