- Home
-
- Luar Negeri
-
- Jelang Kesepakatan Damai, ...
Jelang Kesepakatan Damai, Kapal Tanker Iran Melewati Zona Blokade AS
Kamis, 18 Jun 2026, 00:38 WIBLalu Lintas Selat Hormuz
TEHERAN - Sebuah situs pelacakan pada Rabu (17/6) menyebutkan setidaknya tiga kapal tanker yang membawa minyak Iran keluar dari blokade Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz.
Kejadian itu berlangsung dua hari sebelum Washington dan Teheran memulai pembicaraan mengenai kesepakatan perdamaian yang masih minim termasuk program nuklir Iran dan pencabutan sanksi.
Pembicaraan mengenai penyelesaian akhir dijadwalkan dimulai pada hari Jumat di resort pegunungan Burgenstock, Swiss, seiring dengan berita bahwa Selat Hormuz akan dibuka kembali yang menyebabkan harga minyak dunia anjlok.
Namun, optimisme bahwa perang mungkin akan segera berakhir sedikit terganggu oleh serangan baru Israel di Lebanon selatan.
Situs web TankerTrackers, yang memantau pengiriman dan penyimpanan minyak, menandai ekspor minyak mentah pertama Iran dalam dua bulan, dengan mengutip data pelacakan digital yang dikuatkan oleh citra satelit.
âSetidaknya dua kapal tanker super VLCC milik National Iranian Tanker Company (NITC) bernama DIONA (9569695) dan HERO2 (9362073) telah keluar dari perimeter blokade Angkatan Laut AS dengan membawa total gabungan 3,8 juta barel minyak mentah Iran,â kata TankerTrackers di X, kemudian menambahkan bahwa kapal tanker ketiga juga telah keluar.
Negosiasi untuk kesepakatan akhir akan segera dimulai setelah upacara penandatanganan di Swiss dan berlanjut selama periode 60 hari, yang akan menghasilkan keputusan tentang nasib program nuklir Iran dan rencana pencabutan sanksi ekonomi internasional.
AS akan mengizinkan Iran untuk mulai menjual minyak dan bahan bakar berdasarkan kesepakatan untuk mengakhiri perang, demikian laporan Wall Street Journal pada hari Selasa, mengutip sumber anonim yang mengetahui kesepakatan tersebut.
Pencabutan sanksi atas penjualan minyak akan berlaku segera setelah penandatanganan, tambah Journal, yang juga mencakup layanan seperti perbankan, transportasi, dan asuransi.
Beberapa kelompok konservatif telah menyatakan keprihatinan atas kesepakatan damai tersebut, dengan anggota Senat dari Partai Republik dilaporkan meminta teks perjanjian dan penjelasan dari pemerintahan Trump.
Terlepas dari pengumuman kesepakatan tersebut, militer Israel mengatakan bahwa mereka melakukan serangan di Lebanon selatan setelah mengidentifikasi kendaraan mencurigakan di dekat tempat tentara mereka beroperasi, dan pasukan mereka mencegat roket dan melakukan serangan udara terhadap peluncur roket.
Optimisme atas pembukaan kembali Selat Hormuz telah mendorong harga minyak mentah Brent turun menjadi 78,74 dolar AS per barel dalam perdagangan hari Rabu.
Sedangkan, kontrak minyak utama AS, West Texas Intermediate, berada di Level 75,85 dollar AS per barel.
- Iran
- selat hormuz
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
BPBD Sumut: Dua Kecamatan di Nias Barat Terendam Banjir
-
Iran Usulkan Rencana untuk Membuka Kembali Selat Hormuz dalam 7 Hari
-
Mike Flanagan Mengaku Belum Menonton Clayface
-
Bukan Cuma Tenun, Flobamorata Creative Expo 2026 Siap Bawa Kopi dan Kuliner NTT Tembus Pasar Dunia
-
Menuju 50 Tahun, Binawan Group Perkuat Kolaborasi untuk Pengembangan Talenta Indonesia
-
DPRD DKI Usul Revisi UU DKJ soal Rasio Representasi Dewan
-
Pramuka Deli Serdang Dorong Anggota Jadi Konten Kreator untuk Sebarkan Informasi Positif di Medsos
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.