Eropa Siap Dorong Perdamaian Ukraina

Kamis, 18 Jun 2026, 00:28 WIB

Konflik Russia-Ukraina

Moskow – Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan Eropa siap terlibat dalam perundingan damai untuk mengakhiri konflik Russia- Ukraina.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Pernyataan itu disampaikan di sela-sela KTT G7 di Prancis, Selasa (16/6).

“Kami siap untuk melakukan negosiasi damai,” kata Merz.

Dikutip dari Antara, menurut Merz, setiap proses perundingan di masa depan harus melibatkan Ukraina dan Russia, dengan dukungan Eropa serta Amerika Serikat (AS).

“Kami selalu berada di posisi ini: kami mengatakan bahwa Ukraina dan Russia, serta Eropa dan AS, harus duduk bersama di meja perundingan, dan hari ini hal itu sama sekali bukan menjadi pokok perselisihan,” ujar Merz.

Meski membuka peluang dialog, Jerman dan negaranegara Eropa tetap menegaskan komitmen untuk meningkatkan dukungan kepada Ukraina di tengah perang yang masih berlangsung.

Di sisi lain, Russia menilai Uni Eropa belum sepenuhnya menunjukkan komitmen terhadap perdamaian.

Kementerian Luar Negeri Russia menuding sikap Uni Eropa masih bersifat bermusuhan terhadap Moskow.

Ketegangan itu kembali terlihat setelah Swiss memperluas sanksi terhadap Russia dengan menambahkan 16 individu dan tujuh organisasi ke dalam daftar pihak yang dikenai pembatasan.

Langkah tersebut mulai berlaku pada 16 Juni 2026 dan mengikuti kebijakan serupa yang sebelumnya diterapkan Uni Eropa pada Mei lalu.

Sanksi baru itu menyasar sejumlah pejabat, tenaga pendidik, hingga pimpinan organisasi anak di wilayah yang diklaim Russia sebagai bagian dari negaranya.

Moskow berulang kali menegaskan mampu menghadapi tekanan sanksi Barat dan menilai kebijakan tersebut gagal mencapai tujuan yang diinginkan negara-negara Barat.

Dukungan Militer

Sementara itu, para pemimpin negara-negara anggota G7 pada Rabu (17/6) menyepakati peningkatan dukungan militer bagi Ukraina.

Dalam pernyataan bersama setelah KTT G7 di Prancis, mereka menegaskan kembali dukungan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina.

Negara-negara G7 berkomitmen mempercepat pengiriman sistem pertahanan udara, rudal pencegat, serta kemampuan serangan jarak jauh untuk membantu pertahanan Ukraina.

Mereka juga membuka peluang memperpanjang sejumlah lisensi guna mendukung peningkatan kapasitas produksi militer Ukraina.

“Kami sepakat untuk memberikan dukungan lebih lanjut untuk membantu negara tersebut dapat melewati musim dingin berikutnya,” demikian isi pernyataan bersama G7.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.