Tanggapi Pernyataan Misbakhun, YKI Tegaskan Rokok Terbukti Sebabkan Kanker dan Kematian Dini
Kamis, 06 Nov 2025, 20:05 WIBJAKARTA - Publik tengah dibuat bingung oleh pernyataan Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun yang beredar di media sosial. Ia menyebut tak ada orang yang meninggal dunia akibat merokok.
"Ada nggak orang yang meninggal karena merokok? Nggak ada. Sampai sekarang belum ada satu dokter pun mengatakan orang meninggal karena merokok. Autopsinya mengatakan sakit jantung, paru-paru, diabetes," ujar Misbakhun dalam video unggahan akun Facebook Satoe Indonesia.
Pernyataan tersebut dinilai menimbulkan keraguan terhadap bahaya rokok, padahal bukti medis dan ilmiah telah lama menunjukkan bahwa rokok adalah penyebab utama berbagai jenis kanker dan kematian dini.
Oleh karenanya Yayasan Kanker Indonesia (YKI) merasa perlu memberikan klarifikasi kepada masyarakat berdasarkan data medis dan riset internasional yang kredibel. Dalam keterangannya Ketua Umum YKI, Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP, menyampaikan, bahwa rokok merupakan salah satu penyebab penyakit kanker.
âYayasan Kanker Indonesia ingin menegaskan bahwa rokok adalah penyebab kanker yang paling bisa dicegah. Zat-zat karsinogenik dalam rokok merusak DNA sel tubuh, memicu pertumbuhan sel abnormal, dan menyebabkan berbagai jenis kanker. Pernyataan yang meragukan bahaya rokok sangat berisiko karena dapat menyesatkan publik dan melemahkan upaya pencegahan,â terangnya melalui keterangan tertulis pada hari Kamis (6/11).
Prof. Aru Sudoyo menjelaskan bahwa mekanisme kanker akibat rokok dapat dilihat bahwa asap rokok mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia, termasuk arsenik, benzena, dan formaldehida. Sekitar 70 di antaranya bersifat karsinogenik dan dapat merusak gen dalam sel tubuh, sehingga berakibat pada kerusakan DNA.
Selain itu, gen yang rusak menyebabkan sel berkembang secara tidak normal dan membentuk tumor kanker.Perlu diperhatikan bahwa tar dari rokok mengendap di paru-paru, menyebabkan kanker paru-paru dan menyebarkan zat beracun ke seluruh tubuh melalui darah.]
Terdapat beberapa jenis kanker yang disebabkan oleh rokok, yaitu kanker paru-paru, kanker mulut dan tenggorokan (laring, orofaring), kanker kerongkongan, kanker kandung kemih, kanker pankreas, kanker ginjal, kanker serviks (leher rahim), dan beberapa jenis kanker darah (leukemia).
Rokok tidak hanya berdampak terhadap si perokok langsung, tetapi juga berisiko pada perokok pasif. WHO mencatat bahwa 1,2 juta kematian per tahun terjadi pada perokok pasif. Dampaknya hampir setara dengan perokok aktif karena paparan zat berbahaya yang sama. Anak-anak, ibu hamil, dan lansia sangat rentan terhadap paparan asap rokok di lingkungan rumah dan publik.
Lebih lanjut Prof. Aru Sudoyo menjelaskan bahwa semakin lama seseorang merokok, semakin tinggi risiko kanker, efeknya bersifat kumulatif, dan semakin banyak rokok yang diisap per hari, semakin besar risiko kanker.
âKami mengajak seluruh masyarakat, termasuk para pemimpin publik, untuk merujuk pada data medis dan bukan opini pribadi. Rokok bukan hanya membunuh perokok, tetapi juga orang-orang di sekitarnya. Ini bukan soal debat, ini soal nyawa,â tegas Prof. Aru Sudoyo.
- kanker
- Yayasan Kanker Indonesia
- YKI
- Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
IHSG Hari Ini Melemah Mengikuti Bursa Asia Seiring Investor Hindari Aset Berisiko
-
Akhiri Dominasi Negara Maju: RI Perjuangkan Reformasi WTO pada KTM ke-14 di Kamerun
-
Pemkab Bogor Jadikan Sukamakmur Pusat Ekonomi Baru Dukung CDOB Bogor Timur
-
Polda Sumsel Sikat Komplotan "Pak Ogah" yang Resahkan Warga
-
Kenali Gejala Kanker Tiroid, Benjolan di Leher Bisa Jadi Tanda Awal
-
Harga Emas Antam Kamis Pagi Ini Turun Kembali ke Rp2,850 Juta/Gr
-
Hilal Awal Ramadhan 1447 H Dipastikan Tak Terlihat di Yogyakarta, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk Saat Matahari Terbenam
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.