Hilal Awal Ramadhan 1447 H Dipastikan Tak Terlihat di Yogyakarta, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk Saat Matahari Terbenam

Selasa, 17 Feb 2026, 16:35 WIB

Yogyakarta - Badan Hisab Rukyat (BHR) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebutkan hilal awal Ramadhan 1447 Hijriah mustahil terlihat di wilayah ini karena masih berada di bawah ufuk saat matahari terbenam pada Selasa (17/2).

Ketua BHR DIY Mutoha Arkanuddin menjelaskan berdasarkan data astronomi di Pos Observasi Bulan (POB) Syekh Bela Belu Parangtritis, Kabupaten Bantul ketinggian hilal tercatat minus 1,5 derajat.

Ket. Foto: Sejumlah perukyat mengamati hilal menggunakan teleskop di bukit Syekh Bela Belu, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). — Sumber: Antara

"Untuk Yogyakarta di Bukit Syekh Bela Belu ketinggian hilal minus 1,5 derajat, jadi masih di bawah ufuk ketika matahari terbenam. Artinya, bulan terbenam lebih dulu sehingga praktis hilal tidak mungkin bisa disaksikan," ujar Mutoha saat dihubungi di Yogyakarta, Selasa.

Posisi hilal tersebut, kata Mutoha, juga belum memenuhi kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) untuk penetapan awal Ramadhan, yakni ketinggian minimal 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat.

Meskipun secara astronomi hilal dipastikan berada di bawah ufuk, Mutoha menuturkan rukyatul hilal tetap dilaksanakan sesuai mekanisme penanggalan Hijriah di Indonesia.

Rukyat digelar karena kalender menunjukkan 29 Sya'ban, sehingga observasi tetap dilakukan untuk kepentingan pelaporan ke pemerintah pusat.

Kegiatan rukyatul hilal yang digelar Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) DIY bakal dipusatkan di POB Bukit Syekh Bela Belu, Bantul pada Selasa sore bersama BHR DIY.

"Apapun hasilnya, sudah diketahui atau belum, yang penting nanti ada mekanisme pelaporan dari pelaku rukyat karena pemerintah mengadopsi semua kriteria, baik yang hisab maupun yang rukyat," ujar dia.

Menurut Mutoha, kegiatan rukyatul hilal di DIY sekaligus menjadi sarana edukasi astronomi, termasuk pemaparan teori visibilitas hilal, serta peningkatan keterampilan penggunaan instrumen observasi bagi peserta dari kalangan mahasiswa, pelajar, dan komunitas astronomi.

Selain BMKG serta beberapa ormas Islam, kata dia, sejumlah klub astronomi, serta perwakilan kampus di DIY turut diundang.

"Nanti yang kita sampaikan lebih kepada hal-hal yang sifatnya pendidikan, sosialisasi. Kalau untuk informasi, ya sudah kita informasikan bahwa hari ini mustahil bisa melihat hilal," kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Pemberdayaan Zakat, dan Wakaf Kanwil Kemenag DIY Nurhuda menegaskan bahwa penentuan awal Ramadhan menunggu laporan rukyat hilal serta keputusan resmi melalui sidang isbat oleh Kemenag RI.

"Keputusan resmi penetapan awal Ramadhan akan dilakukan melalui sidang isbat yang dibuka Menteri Agama. Masyarakat diimbau menyikapi perbedaan, bila terjadi, dengan bijaksana, saling menghormati, dan menjaga kerukunan," ujar Nurhuda.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.