IHSG Hari Ini Melemah Mengikuti Bursa Asia Seiring Investor Hindari Aset Berisiko

Senin, 30 Mar 2026, 09:54 WIB

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (30/3) pagi, bergerak turun mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia, seiring investor menghindari aset berisiko imbas ketidakpastian arah konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

IHSG dibuka melemah 76,53 poin atau 1,08 persen ke posisi 7.020,53. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 11,00 poin atau 1,53 persen ke posisi 707,96.

Ket. Foto: — Sumber: Antara

“Kiwoom Research ingatkan para investor untuk masih lebih banyak menahan diri, wait and see menunggu perkembangan perang AS-Iran, serta data payroll AS dan data Inflasi Indonesia, serta keputusan mitigasi risiko krisis BBM yang sedianya dirilis pemerintah pekan ini,” ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Dari mancanegara, Liza mengatakan sentimen tetap didominasi oleh ketidakpastian tinggi dan pergerakan pasar sangat headline-driven, dengan penundaan serangan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump gagal memberikan relief karena risiko eskalasi masih tinggi, termasuk potensi tambahan 10.000 pasukan AS.

Pakistan muncul sebagai mediator dengan proposal perdamaian 15 poin, sementara Iran memberikan sinyal terbatas, seperti izin sebanyak 20 kapal melintas Hormuz namun tetap menolak proposal AS.

Konflik saat ini memasuki pekan kelima, Selat Hormuz masih tertutup bagi sebagian besar tanker, dan serangan terhadap infrastruktur energi berlanjut.

Uni Emirat Arab (UEA) mendorong pembentukan Pasukan Keamanan Hormuz, namun mendapat resistensi sekutu AS dan berpotensi terhambat veto Rusia dan China, sementara Arab Saudi mengalihkan ekspor via Laut Merah namun belum mampu menggantikan gangguan pasokan global.

Dari AS, tekanan politik meningkat dengan lebih dari 3.000 titik demonstrasi “No Kings”, yang melibatkan 9 juta orang dalam rangka menentang kebijakan Trump, termasuk perang Iran dan deportasi massal, menambah lapisan risiko terhadap stabilitas kebijakan ke depan.

“Dalam kondisi ini, pasar menghadapi kenyataan bahwa hampir tidak ada kelas aset yang benar-benar aman, bahkan safe haven seperti US Treasury, Yen Jepang, dan emas gagal memberikan perlindungan, sehingga mendorong investor mengurangi eksposur risiko secara agresif,” ujar Liza.

Harga minyak tetap tinggi di tengah gangguan pasokan global, dengan Brent dan WTI bertahan di atas 100 dolar AS per barel. Penutupan efektif Selat Hormuz yang sebelumnya menyalurkan sekitar 15-20 juta barel per hari menjadi faktor utama lonjakan harga.

Upaya mitigasi seperti optimalisasi pipa East-West Arab Saudi sebesar 7 juta barel per hari dan peningkatan ekspor melalui Yanbu hanya mampu menutup sebagian kecil gangguan.

Menurut UBS, dalam skenario ekstrem harga minyak berpotensi naik hingga 150 dolar AS per barel, yang dapat memicu inflasi global di atas 4 persen dan bahkan mendorong resesi di AS dan Eropa.

Dari dalam negeri, Iran akhirnya memberikan izin kepada 2 kapal tanker Pertamina (Pertamina Pride dan Gamsunoro) untuk keluar dari Selat Hormuz, setelah komunikasi intensif dengan pemerintah Indonesia, meski masih menunggu kesiapan teknis seperti asuransi dan kru sebelum pelayaran dilakukan.

Dengan kapasitas sekitar 2-2,5 juta barel yang hanya setara kurang lebih 1-1,5 hari kebutuhan BBM nasional. Namun, insiden ini justru menegaskan rapuhnya ketahanan energi Indonesia, yang mana satu shipment tanker hanya berperan sebagai bagian kecil dari rantai pasok harian, sehingga gangguan berkepanjangan di Selat Hormuz tetap berisiko langsung terhadap stabilitas pasokan domestik.

Pada perdagangan Jumat (27/03) pekan kemarin, bursa saham Eropa ditutup kompak melemah, diantaranya Euro Stoxx 50 melemah 1,56 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,05 persen, indeks DAX Jerman melemah 1,38 persen, serta indeks CAC 40 Prancis melemah 0,87 persen.

Bursa AS Wall Street juga kompak melemah pada Jumat (27/03), diantaranya indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,73 persen menjadi 45.166,64, indeks S&P 500 melemah 1,67 persen ke 6.368,85, dan indeks Nasdaq Composite terkoreksi 1,93 persen menjadi 23.132,77.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 2.417,07 poin atau 4,53 persen ke 50.956,00, indeks Shanghai melemah 31,33 poin atau 0,80 persen ke 3.882,40, indeks Hang Seng melemah 427,38 poin atau 1,71 persen ke 24.524,50, dan indeks Strait Times melemah 13,96 poin atau 0,29 persen ke 4.884,22.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

Tradisi Pasar Jajan, Kearifan Lokal Pekalongan Cermin Semangat Gotong Royong

Rantai Makanan Rusak, Harimau Terancam Masuk Permukiman dan Kehilangan Mangsa

Fantastis! Ribuan Robot Humanoid Bakal Adu Kemampuan di World Humanoid Robot Games

Piala Super Jerman Jatuh ke Tangan Muenchen

Hati-hati! Sindikat Pemalsuan Uang di Tangsel Hendak Edarkan ke Bank, Ini Modusnya

UMKM Tegal Punya Harapan Baru, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Awal yang Baik bagi Madrid Bersama Mourinho Usai Tundukkan Espanyol

Program-program Unggulan Gorontalo akan Menuju Laut

Banjarmasin 5 Abad, Festival Tari Jadi Cara Rawat Tradisi Banjar

NU Menegaskan akan Menolak Penggunaan Uang dalam Muktamar. Politik Uang Itu Moral Bobrok

Jangan Tertipu! BP3MI Sulsel Ingatkan Warga Pilih Jalur Resmi Kerja di Luar Negeri

Awal yang Cantik di Periode Kedua, Mourinho bawa Madrid Kalahkan Espanyol 2-1

Lima Mahasiswa UI Bikin Gebrakan di AS, Jadi Satu-satunya Tim S-1 di Program Geosains Dunia

Mandi di Pantai Tuturuga Berujung Petaka, 4 Orang Terseret Ombak

Niat Awal Ingin Inspeksi, GM Pelindo Maumere Justru Berjibaku Selamatkan Korban Gempa Jatuh ke Laut

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan Layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.