Pemkab Maluku Tengah Gelar Pagelaran Budaya Ma’atenu Pakapita Matasiri 2025 di Negeri Pelauw
📅 Kamis, 06 Nov 2025, 21:02 WIB | Oleh: Tim PenulisSaat peserta cakalele mengiris bagian tubuh mereka dengan parang, bahkan pisau kater, termasuk kapak membuat ribuan pasang mata yang menonton ritual sakral itu menjadi histeris.
Tokoh Pemuda Negeri Pelauw Rudi Latuamury mengatakan, ritual adat cakalele merupakan sebuah tarian yang menggambarkan pelaksanaan kegiatan di medan perang. Kegiatan ini merupakan bentuk refleksi dari perjuangan melawan bangsa – bangsa penjajah yang terjadi pada zaman dahulu.
"Ritual adat negeri ini meliputi tarian cakalele, tarian tenun dan membawa bibit unggul. Ketiganya merupakan budaya matasiri yang dilaksanakan tiga tahun sekali," ungkapnya.
Kata Rudi, terlaksananya kegiatan cakalele tersebut menjadi kerinduan tersendiri bagi masyarakat Negeri Pelauw, yang mana ritual ini sangat dinanti oleh para lelaki yang ada di negeri ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, TNI dan Polri serta stakeholder lainnya yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan ritual adat di hari ini bisa berjalan dengan aman dan lancar," ucapnya.
Rudy berharap, ke depannya acara ritual budaya matasiri tersebut dapat ditingkatkan kualitas pelaksanaannya sehingga dapat menarik lebih banyak para wisatawan baik lokal maupun mancanegara.
"Sesuai dengan catatan sejarah kami, tradisi ritual ma’atenu sudah dilaksanakan sejak Tahun 1520. Kami berharap ke depan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Maluku Tengah maupun Pemerintah Pusat melalui kementerian pariwisata agar dapat mengambil kebijakan program-program yang bisa mempromosikan acara budaya cakalele ini untuk dijadikan acara wisata nasional," harapnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!