Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Optimalkan PLTS Guna Wujudkan Target Swasembada Energi

📅 Kamis, 06 Nov 2025, 22:55 WIB | Oleh:
Optimalkan PLTS Guna Wujudkan Target Swasembada Energi Doc: ANTARA/Dokumentasi pribadi
Ket. Tenaga Ahli Menteri ESDM Satya Hangga Yudha Widya Putra menjadi keynote speech dalam acara "Solar & Storage Live Indonesia 2025" di Tangerang, Banten, Kamis (6/11).

Jakarta -- Pemerintah mengoptimalkan pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dalam rangka mewujudkan target swasembada energi sesuai pilar kedua Astacita.

Tenaga Ahli Menteri ESDM Satya Hangga Yudha Widya Putra, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, mengatakan sektor energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia memasuki babak baru dengan target besar dan fokus pada PLTS berkapasitas 100 GW.

"Target kita sudah clear. Pemerintah mendukung PLTS ini sebagai sumber energi yang harus dioptimalkan dan dikembangkan sekarang dan ke depannya," jelasnya saat menjadi keynote speech dalam acara "Solar & Storage Live Indonesia 2025" di Tangerang, Banten, Kamis.

Hangga, panggilannya, menjelaskan harga listrik PLTS semakin kompetitif dari waktu ke waktu.

Hal ini didorong oleh perkembangan teknologi, meningkatnya kesadaran global, serta banyaknya investor dan teknologi yang tersedia.

Menurut dia, kendaraan listrik juga menjadi salah satu momentum karena PLTS bisa digunakan untuk mengisi daya listriknya.

Secara keseluruhan, Indonesia memiliki potensi pemanfaatan EBT yang besar, yakni mencapai 3.687 GW, yang mayoritas atau 3.294 GW berasal dari energi surya.

"Dibandingkan dengan kapasitas PLTS terpasang saat ini yang masih sekitar 916 MW, potensi ini wajib dioptimalkan, terutama dengan harga battery energy storage system (BESS) yang semakin kompetitif," sebut Hangga.

Sebagai contoh, program dedieselisasi atau konversi PLTD ke EBT dan penggunaan PLTS atap untuk skala rumah tangga sekitar 10-20 kW, dapat terus digencarkan.

Hangga juga menekankan bahwa kebijakan PLTS harus sinkron dengan kondisi lapangan khususnya dari segi iklim, cuaca, lahan, dan regulasi.

Regulasi PLTS atap yang sudah lama perlu dikaji ulang, apakah masih relevan atau butuh dimodifikasi, baik itu melalui peraturan menteri, peraturan presiden, maupun peraturan pemerintah.

Hangga juga mengatakan tantangan pengembangan PLTS meliputi investasi awal yang masih tinggi (capital expenditure), dan masalah intermitensi atau ketidakpastian suplai listrik karena tergantung cuaca.

"Program konversi PLTD menjadi PLTS di daerah 3T juga harus diiringi dengan penguatan infrastruktur baik on-grid maupun off-grid, dan sistem penyimpanan daya yang memadai," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Perum Bulog Percepat Penyaluran Bantuan Pangan di Depok

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Megapolitan
Perum Bulog Percepat Penyal...
Megapolitan
Tangerang 10K Jadi Pintu Ma...
Megapolitan
102 Ribu Warga Depok Segera...

Insiden Kapal Virgo: 1 Penumpang Meninggal, 125 Dalam Pencarian

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Insiden Kapal Virgo: 1 Penu...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.