Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinkes Belitung Berhasil Turunkan Kasus Demam Berdarah

📅 Selasa, 25 Nov 2025, 16:07 WIB | Oleh:
Dinkes Belitung Berhasil Turunkan Kasus Demam Berdarah Doc: ANTARA/Apriliansyah
Ket. Petugas kesehatan Belitung sedang melakukan pemeriksaan lingkungan untuk mencegah penyebaran DBD, di Tanjungpandan, Selasa (25/11)

Tanjung Pandan -- Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, berhasil menurunkan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di daerah itu dari 426 kasus menjadi 90 kasus.
‎
‎"Jumlah kasus DBD di Belitung turun dari 426 kasus sepanjang 2024 menjadi 90 kasus per Oktober 2025," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Belitung, Sri Agustini di Tanjungpandan, Selasa.
‎
‎Menurut dia, penurunan kasus ini tidak terlepas dari kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kondisi kebersihan lingkungan serta peran dari tim kami yang turun ke lapangan untuk mensosialisasikan pencegahan dan bahaya DBD.
‎
‎Sri menjelaskan saat ini jumlah kasus DBD di daerah itu per Oktober 2025 adalah sebanyak 90 kasus, jumlah ini jauh menurun apabila dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 426 kasus.
‎
‎Namun pihaknya tetap mengajak masyarakat untuk mewaspadai penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) saat memasuki musim penghujan.
‎
‎"Kami mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penyakit DBD saat memasuki musim penghujan," ujarnya.
‎
‎Dia menyampaikan bahwa penyakit DBD disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti yang banyak berkembang biak pada musim penghujan.
‎
‎Ia mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar tempat tinggal guna mengantisipasi berkembang biak nyamuk penyebab DBD tersebut.
‎
‎Dia menyampaikan masyarakat dapat melakukan langkah pencegahan DBD dengan gerakan menguras, menutup, dan mengubur (3M) di rumah dan lingkungan sekitar masing-masing.
‎
‎"Jadi menguras bak mandi secara rutin, menutup rapat tempat penampungan air, dan mengubur barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat penampungan air hujan yang merupakan tempat bersarang nyamuk," katanya.
‎
‎Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga akan turun langsung jika menerima laporan penyakit DBD.
‎
‎"Kami akan turun langsung untuk melakukan penyelidikan epidemiologi dan juga melakukan sosialisasi serta menyampaikan imbauan kepada masyarakat," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Kemenkes Perluas Cek Kesehatan Gratis

17 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenkes Perluas Cek Keseha...

Aldila Tak Mampu Menerobos Semifinal WTA Ningbo

36 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Aldila Tak Mampu Menerobos ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.