Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Ikan Anjlok, Warga Tulungagung Justru Raup Jutaan dari Budidaya Lobster Air Tawar

📅 Kamis, 06 Nov 2025, 20:46 WIB | Oleh:
Harga Ikan Anjlok, Warga Tulungagung Justru Raup Jutaan dari Budidaya Lobster Air Tawar Doc: ANTARA/Destyan Sujarwoko
Ket. Pembudidaya menunjukkan lobster air tawar (Cherax quadricarinatus.) dewasa di sentra budidaya lobster air tawar miliknya di Desa Doroampel, Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (5/11).

TULUNGAGUNG - Budidaya lobster air tawar (Cherax quadricarinatus) mulai menjadi peluang usaha baru bagi warga Tulungagung, Jawa Timur di tengah anjloknya harga ikan konsumsi dan ikan hias seperti gurami, lele dan koi. 

Selain biaya pemeliharaan lebih murah, permintaan pasar terhadap lobster jenis ini terus meningkat sementara jumlah pembudidaya masih terbatas.

Salah satu pelaku usaha yang sukses mengembangkan budidaya lobster air tawar ialah Budi Tri Satyo, warga Desa Doroampel, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung.

Ia sebelumnya membudidayakan ikan gurami dan lele, namun beralih ke lobster air tawar setelah mengalami kerugian akibat harga ikan yang jatuh dan biaya pakan tinggi.

"Waktu itu saya rugi sekitar Rp15 juta karena harga ikan tidak sebanding dengan biaya pelet. Dari situ saya mulai cari alternatif dan tertarik pada lobster air tawar," kata Budi di Tulungagung

Ia mulai merintis usaha tersebut pada masa pandemi Covid-19 tahun 2021 dengan 400 ekor benih.

Meski separuhnya mati, Budi tetap melanjutkan pemeliharaan karena lobster tergolong cepat berkembang biak.

Keunggulan utama budidaya lobster air tawar, menurut Budi, adalah efisiensi pakan.

Ia memanfaatkan limbah sekitar seperti ikan dan ayam mati dari peternakan, serta sisa makanan dapur untuk memberi makan lobster.

"Tidak perlu beli pakan pabrikan. Semua sisa makanan bisa dimanfaatkan. Jadi biayanya jauh lebih ringan," ujarnya.

Dari hasil pembesaran, lobster air tawar yang dipelihara selama 6–8 bulan dapat mencapai ukuran pasar, dengan harga jual antara Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per kilogram, tergantung kualitas dan ukuran.

Permintaan pasar saat ini tidak hanya datang dari konsumen akhir, tetapi juga pembudidaya baru yang membutuhkan indukan. Karena itu, sebagian lobster dipasarkan sebelum mencapai ukuran konsumsi.

Budi kini menggandeng empat mitra utama dan sejumlah pembudidaya kecil yang ikut memasok kebutuhan benih.

Namun produksi mereka masih terbatas, belum mampu memenuhi pesanan rutin dari pembeli luar daerah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Serius Ada Cadangan Beras 4,8 Juta Ton? Kok Beras Tetap Mahal

53 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
Jakarta World Cinema 2026 Siap Digelar, Hadirkan 207 Film dari 69 Negara

Jakarta World Cinema 2026 Siap Digelar, Hadirkan 207 Film dari 69 Negara

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.