Dari Limbah Tekstil ke Fesyen, Kementerian Ekraf Apresiasi Inovasi EcoTouch
Kamis, 06 Nov 2025, 16:40 WIBJAKARTA â Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendorong pengembangan produk green building dari daur ulang limbah tekstil, menyikapi tingginya permintaan material ramah lingkungan. Wamen Ekraf menilai produk fesyen, peredam suara, dan insulasi dari EcoTouch sebagai solusi kreatif dan inovatif yang siap bersaing di pasar.
âPengembangan produk dan pengolahan produk dari limbah tekstil yang digagas EcoTouch mampu menjadi produk desain fesyen, interior, dan arsitektur yang inovatif serta punya nilai sirkular ekonomi,â ucap Wamen Ekraf dalam audiensi dengan EcoTouch yang digelar di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, kemarin.
Wamen Ekraf juga membahas potensi pengembangan produk-produk EcoTouch yang diketahui memiliki target business to business (B2B) yang mendukung cara hidup untuk berkontribusi pada bumi yang lebih sehat bagi generasi mendatang. Meski demikian, tantangan bisnis ini masih terlihat mulai dari penetrasi pasar, persaingan, dan edukasi konsumen tentang nilai material daur ulang.
âProduk-produk EcoTouch sudah punya economic value yang lebih, tinggal seperti apa kita berani support dan mesti diberi edukasi sebagai inovasi produk berkelanjutan yang punya banyak manfaat. Kami juga akan coba membuka koneksi sehingga kolaborasi akan bersambung terus menerus,â ungkap Wamen Ekraf.
Co-founder of EcoTouch, Christina Harjanto yang hadir dalam audiensi tersebut menyampaikan bahwa EcoTouch mengembangkan material peredam suara dari limbah tekstil di bawah naungan PT Superbtex sejak berdiri pada awal tahun 2021. Perusahaan ini berekspansi ke pengelolaan limbah dan pengembangan berbagai produk daur ulang, termasuk insulasi dan kain. EcoTouch juga memanfaatkan teknologi canggih untuk mengurangi panas dan menyerap suara.
âProduk utama kami sebenarnya peredam bangunan dan ada produk turunannya seperti tas daur ulang atau merchandise. Semua itu sedang growing terutama untuk produk di green building yang demand-nya tinggi sekali. Apalagi kami melihat banyak masyarakat yang sudah aware untuk memilih produk-produk yang baik untuk lingkungan dan kesehatan,â ujar Christina Harjanto.
Christina juga menyampaikan beberapa kolaborasi EcoTouch pernah dilakukan untuk mendukung komitmen perusahaan menciptakan regenerasi lingkungan yang berdampak. Misalnya pembuatan instalasi rumah Honai dari Papua dalam gelaran Indonesia Meubel & Design Expo (IFFINA) 2024, pembuatan instalasi âStackâ saat Kids Biennale 2025, dan showcase product yang mewakili Indonesia dalam World Osaka Expo 2025.
âKami juga ingin memperkenalkan produk green building yang bahan bakunya sudah diproduksi di Indonesia. Harapannya, makin banyak eksplorasi dari para arsitek untuk memberi input yang lebih masif sehingga bisa membantu pertumbuhan kolaborasi. Terima kasih untuk atensi dan arahan dari Ibu Wamen hari ini,â ucap Christina Harjanto.
- Kemenekraf
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Mohammad Zaki Alatas
Berita Terkait:
-
Pro-kontra Soeharto Jadi Pahlawan, Begini Tanggapan Tutut Soal Stigma Korupsi dan Pelanggaran HAM
-
TikTok Didenda Rp15 Miliar Gara-Gara Telat Lapor Akuisisi Tokopedia
-
Kemenekraf Paparkan Film "Timun Mas in Wonderland" Peluang Pengembangan Cerita Rakyat Jadi Kekayaan Intelektual
-
Cadillac Andalkan Bottas–Perez untuk Awal Perjalanan di F1 2026
-
Meningkatkan Sosialisasi Jamsostek Kepada Pekerja Rentan
-
10 Film Horor Paling Sakit Jiwa dan Sadis Sampai Dilarang Tayang di Banyak Negara, Berani Nonton Sendirian?
-
Sejarah Dunia! Bayi Panda Raksasa Lahir di Indonesia, Satu-satunya di Luar China
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.