Cadillac Andalkan Bottas–Perez untuk Awal Perjalanan di F1 2026

Rabu, 27 Agu 2025, 09:05 WIB

LONDON – Cadillac akhirnya memperkenalkan duet pembalap untuk debut mereka di Formula 1 musim 2026. Tim baru yang didukung General Motors itu menjatuhkan pilihan pada Sergio Perez dan Valtteri Bottas, dua nama besar dengan segudang pengalaman di lintasan.

Langkah ini dianggap sebagai keputusan aman sekaligus pilihan paling realistis. Perez dan Bottas adalah pemenang balapan berpengalaman, dengan total lebih dari 500 start di F1. Keduanya juga pernah menjadi runner-up dunia saat bersaing di era dominasi Max Verstappen dan Lewis Hamilton.

Ket. Foto: Sergio Perez dan Valtteri Bottas — Sumber: AFP

Cadillac jelas tak ingin berjudi di musim perdana. Mengawali kompetisi sebagai tim ke-11, mereka membutuhkan stabilitas, pemimpin di balik kemudi, serta panduan dari pembalap yang tahu cara membangun tim pemenang. “Ini kombinasi yang tepat, pembalap yang tepat pada waktu yang tepat,” tegas CEO tim, Dan Towriss, usai meresmikan kontrak multi-tahun bagi keduanya.

Tidak ada kejutan dalam pengumuman ini. Sejak rencana Cadillac masuk F1 diumumkan tahun lalu, nama Bottas dan Perez sudah santer dibicarakan. Meski begitu, sebagian pihak sempat berharap adanya sentuhan berbeda: seorang pembalap muda atau bahkan talenta lokal Amerika Serikat untuk mengisi kursi balap.

Daftar kandidat alternatif sebenarnya cukup panjang. Ada Felipe Drugovich dari Brasil, Frederik Vesti (Denmark), Jack Doohan (Australia), Zhou Guanyu (Tiongkok), Alex Dunne (Irlandia), hingga Jak Crawford (Amerika). Mick Schumacher, putra juara dunia tujuh kali Michael Schumacher, juga sempat disebut-sebut. Namun pada akhirnya, pengalaman dipandang lebih penting dibanding taruhan pada darah muda.

Towriss menegaskan alasan utama di balik keputusan tersebut. “Meski kami punya banyak pengalaman individu, faktanya semua orang di tim ini baru. Semua masih belajar bekerja sama untuk pertama kalinya. Jadi pengalaman dua pembalap ini adalah hal paling vital,” jelasnya.

Sergio Perez datang sebagai free agent setelah kontraknya bersama Red Bull tidak diperpanjang pada akhir 2024. Sementara itu, Bottas meninggalkan Sauber dan saat ini menjalani tugas sebagai pembalap cadangan Mercedes. Meski keduanya sempat dihubungkan dengan tim lain, Cadillac berhasil mengamankan jasa mereka.

Di luar faktor teknis, keputusan ini juga sarat pertimbangan komersial. General Motors melihat nilai besar dari pasar Meksiko lewat sosok Perez. “Pasar Meksiko sangat penting bagi GM dan, secara lebih luas, bagi Amerika Utara. Kami menjual banyak mobil di sana dan basis penggemarnya sangat luar biasa. Itu adalah keuntungan tambahan,” kata Presiden GM, Mark Reuss.

Walau langkah awal mengedepankan nama besar berpengalaman, Towriss memastikan Cadillac tetap berkomitmen membangun jalur bagi pembalap muda, khususnya dari Amerika Serikat, di masa depan. Namun untuk musim 2026, tim memilih untuk mengutamakan kestabilan. “Kami sudah banyak berdiskusi soal keseimbangan antara pengalaman dan potensi muda. Tapi untuk memulai, pengalaman adalah yang paling penting,” pungkasnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.