Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mentan Pastikan Tahun Ini Indonesia Tak akan Impor Beras

📅 Rabu, 05 Nov 2025, 13:47 WIB | Oleh:
Mentan Pastikan Tahun Ini Indonesia Tak akan Impor Beras Doc: RRI/Saadatuddaraen
Ket. Menteri Pertanian, Amran Arifin

TANGERANG - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menjamin tahun ini tidak akan melakukan impor beras. Hal itu lantaran hingga akhir tahun 2025 terdapat cadangan sebesar 3,1 juta ton dan menjadi nilai tertinggi sejak Indonesia merdeka.

"Hari ini, kita mendapatkan kabar gembira. Baru saja diumumkan oleh BPS (Badan Lusat Statistik, Red) bahwasannya produksi diprediksi produksi kita tahun ini adalah 34,77 juta ton beras," kata Menteri Amran dalam keterangannya, Rabu (5/11).

Menurut dia, jumlah ini naik dari tahun lalu, sekitar 4,15 juta ton atau 13,59 persen.

"Surplus beras inj berkat kerja keras kita semua, termasuk teman media, saya ucapkan terima kasih," ucap dia.

Menurut dia, kritikan dan masukan dari media memberikan dampak konstruktif bagi pertanian Indonesia. Ia pun menyampaikan rasa bahagia mendapat masukan dan kritikan tersebut.

"Kami bahagia kalau anda memberikan masukan kritikan. Karena itu, memperkuat sektor pertanian, ini adalah keberhasilan semua sebagai anak bangsa," kata Amran.

Ia mengatakan, bila BPS sudah mengumumkan hal itu, maka 95 persen tingkat kepastiannya.

"Tahun ini, kita hampir pasti tidak ada impor dan saya yakin satu bulan ke depan bisa tidak ada impor," ujar dia.

Selain itu, lanjut dia, stok beras pada hari ini mencapai 3,8 juta ton. Di mana kemungkinan hingga akhir tahun 2025, stok beras terdapat 3,1 juta ton.

Adapun peningkatan produksi beras adalah 4,15 juta. Hal ini dibarengi kenaikan harga Rp1.000 dari Rp5.000 menjadi Rp6.500 pendapatan petani.

"NTP-nya naik 124 persen, dan nilai rupiahnya adalah kami hitung tadi Rp122 triliun. Itu baru padi belum jagung, belum yang lainnya," kata Amran.

Diketahui, BPS mencatat pada Oktober 2025, secara umum terjadi inflasi 0,28 persen. Namun kondisi sebaliknya justru terjadi pada komoditas beras yang mengalami deflasi sebesar 0,27 persen (month-to-month).

Kondisi itu berbeda dari tren dua tahun sebelumnya, yakni beras mengalami inflasi pada Oktober 2022 dan 2023. Sementara itu, deflasi pada Oktober 2025 tercatat lebih dalam dibandingkan September 2025.

Ini menunjukkan penurunan harga yang semakin signifikan di berbagai daerah. Secara nasional, sebanyak 23 provinsi mengalami deflasi beras.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

50 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.