Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Darurat Banjir! Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Siap Ambil Alih Sungai dan Jembatan

📅 Rabu, 05 Nov 2025, 18:04 WIB | Oleh:
Darurat Banjir! Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Siap Ambil Alih Sungai dan Jembatan Doc: ANTARA/Ricky Prayoga
Ket. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama dengan Forkopimda Jawa Barat meninjau pasukan dalam apel Kesiapsiagaan Bencana di Gedung Sate Bandung, Rabu (5/11).

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menegaskan siap mengambil alih penanganan sungai dan jembatan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat jika penanganan banjir terhambat.

Langkah ini dilakukan demi kepentingan publik, termasuk perombakan jembatan agar banjir tidak lagi mengancam warga Bandung Raya.

Hal ini, kata Dedi, dilakukan jika penanganan dalam infrastruktur yang berpengaruh dalam kedaruratan ini oleh pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) atau Perum Jasa Tirta (PJT), dinilai lamban.

"Kalau agak lamban, nanti provinsi turun. Karena ini darurat, saya tidak mesti lagi nunggu rapat," kata Dedi selepas Apel Siaga Tanggap Bencana di Gedung Sate, Bandung, Rabu.

Kelambanan itu, dia mencontohkan seperti penanganan aliran sungai atau anak sungai yang mengalami penyempitan dan alih fungsi di Bogor dan Karawang namun terkendala status kewenangan. Menurut dia dalam situasi darurat, sekat-sekat birokrasi harus dikesampingkan.

"Di Bogor dibilang 'Pak itu kewenangan BBWS'. (Saya bilang) Gak bisa, bereskan! Di Karawang kewenangan PJT Gak bisa, bereskan! Ini problem, karena ini adalah kedaruratan, ini darurat dan yang yang memerlukan ini rakyat," ujarnya.

Ia pun meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memaklumi jika Pemprov Jabar mengambil langkah yang dianggap melampaui kewenangan (over kewenangan) demi kepentingan publik.

"Misalnya sungai kewenangan BBWS kita hajar, nanti jangan salahin kita, jangan saya dibilang one man show. Karena bencana nanti tidak akan milih kapan dan di mana," kata dia.

Selain itu, yang jadi perhatiannya juga adalah arsitektur jembatan, seperti yang terjadi di wilayah Bandung Raya. Di mana menurutnya arsitektur jembatan jadi salah satu dari tiga faktor utama yang mempengaruhi banjir kronis di wilayah ini selain sampah dan aliran sungai yang menyempit.

Menurut dia, mayoritas jembatan yang ada saat ini dibangun dengan desain lurus dan rendah yang dinilai menjadi penghalang utama laju sampah saat debit air sungai meningkat.

"Jadi rata-rata banjir itu begini: Jembatan ini pendek, jembatannya lurus. Sampah lari, mentok, balik (airnya). Ini yang selalu saya analisis," ujarnya.

Sebagai solusi jangka panjang, Dedi Mulyadi mengatakan Pemprov Jabar akan merombak desain jembatan-jembatan tersebut secara bertahap jadi bentuk melengkung.

"Maka jembatan-jembatan akan secara bertahap kami bongkar. Dan kami akan bangun melengkung," kata Dedi menambahkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

23 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.