Banjir Bandang Rendam Ribuan Rumah di Bima, Puluhan Sekolah Terendam Lumpur
Rabu, 05 Nov 2025, 21:52 WIBBIMA -Â Ribuan warga di Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), terdampak banjir setelah hujan deras disertai angin kencang mengguyur wilayah itu pada Rabu.Â
Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, Nurul Huda, mengatakan banjir terjadi sekitar pukul 14.00 Wita setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari.
"Akibat luapan air sungai yang tidak mampu menampung debit air dari arah pegunungan, ratusan rumah warga di Desa Monggo dan Desa Ncandi terendam," ujar Nurul Huda dalam laporan resmi yang diterima ANTARA di Bima, Rabu malam.
Berdasarkan data sementara BPBD Kabupaten Bima, di Desa Monggo sebanyak 1.118 rumah atau 1.118 kepala keluarga (3.571 jiwa) terdampak banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 125 sentimeter. Satu unit rumah warga di RT 01 roboh pada bagian dapur sepanjang tujuh meter akibat derasnya arus air.
Selain itu, banjir juga merendam sejumlah fasilitas umum, masing-masing tiga unit sekolah (SDN Monggo, TK Pembina, dan MIS Yasin Monggo), satu unit Puskesmas Pembantu (Pustu Monggo), satu unit musholla Al Ikhlas, serta sekitar satu hektare lahan jagung milik warga.
Sementara di Desa Ncandi, banjir dengan ketinggian air serupa merendam empat rumah warga (13 jiwa) dan kantor desa setempat.
"Banjir yang terjadi ini sebagian besar disebabkan oleh sistem drainase yang tidak mampu menampung air dari gunung serta banyaknya sampah yang menutup saluran," beber Nurul Huda.
Meski demikian, ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat ini air telah mulai surut dan warga bersama aparat setempat melakukan pembersihan lumpur di pemukiman, fasilitas pendidikan, serta kantor pemerintahan.
Tim BPBD bersama pemerintah kecamatan, TNI/Polri, dan perangkat desa juga telah melakukan pendataan, kaji cepat, serta penanganan darurat di lokasi terdampak.
"Kebutuhan mendesak saat ini adalah air bersih untuk pembersihan lumpur yang masih menutupi rumah warga dan fasilitas umum," ujarnya.
BPBD Kabupaten Bima mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, termasuk banjir bandang, angin puting beliung, tanah longsor, serta kebakaran hutan dan lahan yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
- hujan deras
- banjir bandang
- bima
- banjir bima
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Iran Berkabung Usai 3 Nyawa Melayang dalam Aksi Protes
-
Polda Aceh Bangun 300 Sumur Bor, Air Bersih Mengalir untuk Korban Banjir Bandang
-
Kronologi Sampai Bekas Kapolres Didik Jadi Tersangka
-
Pasca Banjir Bandang Sitaro 11 KK Masih Bertahan di Pengungsian
-
Pengunjung Sepi, Tulungagung Perbanyak Agenda Wisata di Pantai Gemah
-
Hujan Sehari, Bekasi Lumpuh Dikepung Banjir
-
Jembatan Antardesa Terputus Akibat Banjir Bandang di Desa Padahurip Garut
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.