Jateng dan Otorita Jajaki Potensi Investasi
Rabu, 12 Agu 2026, 03:27 WIBSEMARANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menjajaki potensi kolaborasi dan investasi dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), melalui kunjungan kerja Gubernur Jateng dan sejumlah bupati ke wilayah tersebut.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, menilai IKN punya potensi besar diajak kolaborasi untuk kemajuan bersama, mengingat wilayah tersebut akan menjadi ibukota negara.
Kunjungan Gubernur Ahmad Luthfi bersama rombongan disambut hangat oleh Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono beserta jajaran.
Turut mendampingi Luthfi dalam kunjungan tersebut jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jateng, serta Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, dan Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani.
Menurut dia, salah satu potensi yang bisa dikerjasamakan adalah produk furnitur dari Kabupaten Jepara yang bisa dijual ke IKN. âDi Jepara itu adalah daerah yang sudah dikenal dengan produk furnitur. Saya coba melihat potensi apakah ada peluang kerja sama furnitur di IKN dari Jawa Tengah,â katanya di Semarang, beberapa hari lalu. Selain potensi tersebut, Luthfi juga menjajaki peluang kolaborasi dari dinas terkait, BUMD seperti perbankan, bahkan perguruan tinggi yang ada di Jateng.
Potensi itu ditawarkan, mengingat perencanaan pembangunan di IKN masih menyisakan ruang kolaborasi. âIntinya Provinsi Jawa Tengah ingin ikut hadir di IKN juga,â kata mantan Kapolda Jateng itu. Dalam pertemuan tersebut, Otorita IKN memaparkan perkembangan pembangunan IKN, termasuk skema pendanaan yang menjadi landasan percepatan pembangunan.
Saat ini, pembangunan IKN didukung melalui tiga skema pembiayaan, yaitu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), investasi swasta, serta hibah. Hingga saat ini, realisasi investasi swasta yang telah masuk ke IKN mencapai Rp74,54 triliun dari 67 investor, sementara nilai proyek melalui skema KPBU mencapai Rp134,25 triliun.
Sementara itu, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyampaikan bahwa Otorita IKN terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai daerah di Indonesia, termasuk Pemprov Jateng.
Menurut dia, sinergi antardaerah menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat ekosistem pembangunan IKN, sebagai ibu kota politik yang inklusif dan berkelanjutan. âKami selalu melayani investor yang masuk. Apabila Jawa Tengah menjadi mitra Otorita IKN nantinya akan ada insentif fiskal,â katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa peluang kerja sama tidak hanya terbatas pada investasi, tetapi juga dapat mencakup berbagai sektor strategis yang mendukung pengembangan kawasan IKN. Mulai dari penyediaan barang dan jasa, pengembangan sumber daya manusia, hingga sektor ekonomi kreatif dan pariwisata. Ant/S-2
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Program Future Ready Diluncurkan, Hubungkan Pelatihan Digital dengan Peluang Kerja
-
Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia, Gunakan Masker
-
418 Lulusan Sespim Siap Jadi Garda Terdepan Hadapi Tantangan Global dan Era Digital
-
Kabel Menjuntai Telan Korban Jiwa, DPRD DKI Desak Penertiban dan Implementasi Perda Utilitas
-
Raksasa Otomotif Dunia Goyah! 100 Ribu Pekerja VW Terancam Depak Imbas Laba Anjlok Parah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.