Jembatan Antardesa Terputus Akibat Banjir Bandang di Desa Padahurip Garut
Jumat, 08 Mei 2026, 23:55 WIBGarut - Bupati Garut Abdusy Syakur meninjau langsung kondisi jembatan yang putus akibat bencana alam banjir bandang di Desa Padahurip, Kabupaten Garut, Jawa Barat untuk segera diperbaiki dengan dibangun jembatan gantung permanen agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.
"Dicanangkan akan dibangun jembatan yang merupakan pengganti jembatan yang kemarin kena banjir bandang, diharapkan ini bisa dihasilkan dengan secepat-cepatnya karena kita mendapatkan bantuan dari pusat," kata Bupati saat meninjau jembatan yang putus di Kecamatan Banjarwangi, Garut, Jumat.
Ia menuturkan, jembatan penghubung strategis antara Desa Kadongdong dengan Desa Padahurip di Kecamatan Banjarwangi itu hanyut diterjang banjir bandang pada tahun 2022.
Bupati bersama jajarannya meninjau langsung untuk memastikan kesiapan lahan pembangunan jembatan gantung baru yang dialokasikan anggarannya dari pemerintah pusat, begitu juga masyarakat setempat siap untuk mendukung pelaksanaan pembangunannya.
Pembangunan jembatan tersebut, kata dia, merupakan langkah cepat pemerintah daerah maupun pusat untuk memulihkan akses masyarakat yang sempat terputus akibat jembatan rusak.
"Semoga masyarakat di sini mendukung kegiatan ini, dan juga tentu saja kegiatan ini bisa berlangsung lancar sesuai dengan harapan kita," katanya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Garut, Agus Ismail menambahkan, pembangunan jembatan itu bagian dari program Kementerian PU guna peningkatan aksesibilitas layanan pendidikan dan kesehatan di daerah terpencil dengan membuat jembatan gantung sepanjang 100 meter.
Ia menyampaikan, saat ini sedang proses pengadaan setelah ditetapkan lahan untuk pembangunannya dengan dukungan masyarakat dan pemerintah desa setempat.
"Alhamdulillah melalui dorongan dari Pak Bupati kita akan lakukan kolaborasi dengan pihak desa untuk membuka akses jalur pendekat baik itu di Desa Kadongdong maupun di Desa Padahurip," katanya.
Kepala Desa Kadongdong, Maoluddin Lapit menyampaikan terima kasih adanya perhatian dari pemerintah daerah maupun pusat yang akan membangun jembatan permanen gantung untuk akses masyarakat yang hendak menuju kota.
Jembatan tersebut, kata dia, rusak terbawa hanyut banjir bandang tahun 2022, selama itu warga hanya mengandalkan jembatan darurat secara swadaya agar anak-anak bisa sekolah, maupun kegiatan perekonomian masyarakat.
"Masyarakat Desa Padahurip yang mau ke kota ke sini jalannya, anak sekolah, pokoknya akses vital untuk akses warga masyarakat sebagai petani untuk meningkatkan ekonomi, hasil-hasil ekonomi kan lewat sini," katanya.
- banjir bandang
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pasca Banjir Bandang Sitaro 11 KK Masih Bertahan di Pengungsian
-
Polda Aceh Bangun 300 Sumur Bor, Air Bersih Mengalir untuk Korban Banjir Bandang
-
Menuju Swasembada Susu Sapi 2029
-
Mengapa Banjir Besar dan Longsor di Sumatra Belum Ditetapkan sebagai Bencana Nasional?
-
Pengunjung Sepi, Tulungagung Perbanyak Agenda Wisata di Pantai Gemah
-
Kronologi Sampai Bekas Kapolres Didik Jadi Tersangka
-
Milan Cari Jalan Kembali ke Puncak Serie A
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.