- Home
-
- Luar Negeri
-
- AS Kembali Serang Kapal Di...
AS Kembali Serang Kapal Diduga Bawa Narkoba di Pasifik Timur, 2 Orang Tewas
Rabu, 05 Nov 2025, 09:28 WIBWASHINGTON - Pasukan AS menewaskan dua orang dalam serangan terhadap sebuah kapal yang diduga penyelundup narkoba di Samudra Pasifik timur pada Selasa (4/11), kata Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth.
Amerika Serikat mulai melancarkan serangan semacam ituâyang menurut para ahli merupakan pembunuhan di luar hukum, meskipun menargetkan para pengedar yang diketahuiâpada awal September, menewaskan sedikitnya 67 orang di laut Karibia dan Pasifik.
"Intelijen mengonfirmasi kapal tersebut terlibat dalam penyelundupan narkotika ilegal, melintasi rute perdagangan narkotika yang diketahui, dan membawa narkotika. Serangan itu dilakukan di perairan internasional di Pasifik Timur," kata Hegseth dalam sebuah unggahan di X yang menyertakan video sebuah kapal yang dilalap api.
"Kami akan menemukan dan menghentikan SETIAP kapal yang berniat menyelundupkan narkoba ke Amerika untuk meracuni warga negara kami. Melindungi tanah air adalah prioritas UTAMA kami," tambahnya.
Serangan AS telah menghancurkan setidaknya 17 kapal -- 16 kapal dan sebuah kapal semi-submersible -- tetapi Washington belum mempublikasikan bukti apa pun bahwa kapal-kapal targetnya itu menyelundupkan narkotika atau menimbulkan ancaman bagi Amerika Serikat.
Pemerintah dan keluarga korban mengatakan banyak dari mereka yang tewas adalah warga sipil -- banyak di antaranya adalah nelayan.
Operasi pemberantasan narkoba yang diumumkan telah memicu peningkatan kekuatan militer AS secara besar-besaran di seluruh Amerika Latin.
Mencari DialogÂ
AS telah mengerahkan beberapa kapal perang serta pesawat tempur siluman F-35, dan memerintahkan gugus tugas kapal induk USS Gerald R. Ford ke wilayah tersebut.
Ketegangan regional telah meningkat akibat serangan dan peningkatan kekuatan militer tersebut. Presiden Venezuela Nicolas Maduro -- yang menghadapi dakwaan atas kasus narkoba di Amerika Serikat -- menuduh Washington menggunakan perdagangan narkoba sebagai dalih untuk "memaksakan perubahan rezim" di Caracas guna menyita minyak Venezuela.
Maduro menegaskan tidak ada budidaya narkoba di Venezuela, yang menurutnya digunakan sebagai jalur perdagangan kokain Kolombia di luar kehendaknya.
Pemerintahan Trump telah menyatakan dalam sebuah pemberitahuan kepada Kongres bahwa Amerika Serikat terlibat dalam "konflik bersenjata" dengan kartel narkoba Amerika Latin, dan menyebut mereka sebagai kelompok teroris sebagai bagian dari pembenaran atas serangan tersebut.
Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva mengatakan pada hari Selasa, ia berharap tidak akan ada serangan darat AS ke Venezuela, menegaskan kembali kesediaannya untuk menjadi penengah antara kedua negara.
Paus Leo XIV mengkritik pengerahan militer AS di Karibia. Menanggapi pertanyaan dari seorang jurnalis, Ia mengatakan suatu negara berhak agar militernya "mempertahankan perdamaian."
"Namun, dalam kasus ini, tampaknya sedikit berbeda. Hal itu (justru) meningkatkan ketegangan," kata Paus berusia 70 tahun itu. "Saya pikir dengan kekerasan kita tidak menang. Yang harus dilakukan adalah mengupayakan dialog."
- Kapal Narkoba
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Perpustakaan MPR RI Gelar Literasi Kreatif, Dorong Ruang Kreasi tanpa Batas dan Pemberdayaan
-
Militer AS Kembali Serang Kapal "Narkoba" di Samudra Pasifik, 4 Orang Tewas
-
James Tolkan, Bintang Film "Top Gun" dan "Back to the Future" Meninggal Dunia di Usia 94 Tahun
-
Daniel Marthin Harus Jalani Operasi Pada Lutut Kirinya
-
Kemensos Siapkan Stimulus Ekonomi Jelang Ramadan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.