Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Program Pemberdayaan Masyarakat EMCL Dorong Ekonomi Petani, Perkuat Kemandirian Pangan dan Energi dari Desa

📅 Selasa, 04 Nov 2025, 20:30 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Program Pemberdayaan Masyarakat EMCL Dorong Ekonomi Petani, Perkuat Kemandirian Pangan dan Energi dari Desa Doc: istimewa
Ket. Salah seorang petani dalam program Sekolah Lapangan Pertanian (SLP) yang diprakarsai ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama Yayasan Daun Bendera (FIELD Indonesia)

BOJONEGORO- Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang dijalankan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) di wilayah Kecamatan Gayam dan Kalitidu, Bojonegoro, terus menunjukkan dampak positif bagi peningkatan kapasitas dan kemandirian masyarakat. 

Melalui program Sekolah Lapangan Pertanian (SLP) yang menggencarkan praktik pertanian ekologis ramah lingkungan, ratusan petani kini lebih mandiri, efisien dalam penggunaan biaya produksi, dan memiliki ketahanan ekonomi yang lebih kuat.

Sekolah Lapangan Pertanian (SLP) yang diprakarsai ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), bekerjasama dengan Yayasan Daun Bendera (FIELD Indonesia). Program yang melibatkan lebih dari 600 petani dari delapan desa ini telah menciptakan ekosistem pertanian berkelanjutan yang mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan pestisida, sekaligus meningkatkan produktivitas dan kualitas lahan. 

Petani juga aktif dalam kelompok-kelompok belajar, membuat pupuk organik secara mandiri, serta menerapkan pengamatan ekosistem untuk pengendalian hama secara alami. 

“Sejauh ini saya telah berhemat banyak dari biaya obat hama. Begitu pula dengan pupuk,” ujar Lasmidi, petani asal Dusun Tanggungan, Desa Brabowan, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro dalam Kunjungan Lapangan Media SKK Migas KKKS ke EMCL, Bojonegoro, Selasa (4/11).

Untuk pemupukan, Lasmidi menggunakan pupuk kompos dan pupuk cair buatannya sendiri. Kata dia, biayanya murah dan bahannya pun mudah didapat di sekitar rumah. Alhasil, total biaya produksi jauh lebih kecil dibanding hasil penjualan cabainya. Keuntungan semakin besar.

Dulu, Lasmidi mengaku sangat tergantung dengan pupuk kimia dan obat-obatan. Setelah mengenal metode pertanian ekologis ramah lingkungan, kini dia bisa mengelola masalah yang sering dialami petani itu. Dia tak khawatir lagi dengan kelangkaan pupuk kimia.

Menurutnya, metode pertanian ramah lingkungan sejatinya sudah dilakukan oleh para leluhurnya. Namun karena masifnya industri pupuk, banyak petani yang terlena, dan akhirnya tergantung pada pupuk serta obat buatan pabrik. “Menerapkan pola pertanian ekologis ramah lingkungan ini jadi semakin mudah saat kami berkelompok. Saling mendukung dan saling bantu satu sama lain,” ucap Lasmidi.

Perwakilan EMCL, Feni Kurnia Indiharti menjelaskan bahwa dukungan terhadap petani didasarkan pada kebutuhan mereka. Sasaran programnya pun meliputi para petani di sekitar wilayah operasi Lapangan Minyak Banyu Urip dan Kedung Keris. “Kami ikut berperan serta dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Perubahan hari ini sudah mengarah ke sana,” ucapnya.

Industri Hulu Migas Beri Manfaat

Kepala Divisi Program dan Komunikasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Heru Setyadi, menyampaikan apresiasinya atas kontribusi EMCL bagi masyarakat sekitar wilayah operasi.

 “Program pemberdayaan masyarakat seperti SLP ini membuktikan bahwa keberadaan industri hulu migas memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Ketika petani semakin mandiri dan sejahtera, ekosistem ekonomi desa menguat. Pada akhirnya, hal ini mendukung tujuan nasional dalam Asta Cita: kemandirian ekonomi rakyat dan ketahanan energi yang berkelanjutan,"ucap dia.

Heru menegaskan bahwa SKK Migas akan terus mendorong KKKS di seluruh Indonesia untuk menjalankan program PPM yang berdampak dan terukur. “Ketahanan energi bertumpu tidak hanya pada keberhasilan produksi migas, tetapi juga pada kekuatan sosial di sekitar wilayah operasi. Kemandirian masyarakat dan keberlanjutan sosial adalah fondasi dari operasi migas yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
KADIN Sebut Stabilitas Ekonomi Indonesia Jadi Modal Hadapi Kondisi Global

KADIN Sebut Stabilitas Ekonomi Indonesia Jadi Modal Hadapi Kondisi Global

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.