Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPOM Segel Pabrik Kosmetik Ilegal di Mojokerto: Omzet Rp9 Miliar per Tahun

📅 Senin, 19 Okt 2026, 18:44 WIB | Oleh: Tim Redaksi
BPOM Segel Pabrik Kosmetik Ilegal di Mojokerto: Omzet Rp9 Miliar per Tahun Doc: Antara
Ket. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar (tengah) saat konferensi pers terkait temuan pabrik kosmetik ilegal di Kota Mojokerto, Jawa Timur, Senin (19/10)

JAKARTA - Keinginan mendapatkan kulit putih dan mulus secara instan masih menjadi jebakan paling berbahaya bagi masyarakat. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) membongkar pabrik kosmetik ilegal di Kota Mojokerto, Jawa Timur, yang selama 5 tahun memproduksi krim, losion, dan toner mengandung bahan obat keras, lalu memasarkannya ke klinik-klinik kecantikan di berbagai wilayah Indonesia.

Pabrik di Jl. PB Sudirman itu digerebek pada Kamis (8/10/2026) oleh Balai Besar POM di Surabaya. Nilai barang temuan mencapai lebih dari Rp16 miliar.

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengungkapkan, sarana tersebut telah beroperasi sejak 2021 tanpa perizinan berusaha di bidang kosmetik. Produknya dipasarkan dalam kemasan polos tanpa label dan tanpa izin edar, namun laris karena menjanjikan hasil cepat.

"Animo masyarakat di Indonesia yang masih menginginkan efek instan ini menjadi salah satu faktor masih marak beredarnya kosmetik mengandung bahan dilarang/berbahaya," ujar Taruna Ikrar dari Mojokerto, Senin (19/10).

Hasil penelusuran BPOM, produk ilegal itu telah tersebar ke berbagai wilayah di Indonesia dengan menyasar klinik kecantikan. Omzet penjualannya mencapai Rp750 juta per bulan atau sekitar Rp9 miliar per tahun.

Mengandung 4 Bahan Dilarang

BPOM menemukan bahan baku obat di lokasi produksi, seperti deksametason, klindamisin fosfat, triamsinolon asetonida, metronidazol, betametason dipropionat, dan mometason furoat.

Hasil pengujian laboratorium terhadap sampel produk jadi dan produk ruahan membuktikan produk tersebut mengandung bahan dilarang dalam kosmetik, yakni asam retinoat, deksametason, hidrokinon, dan mometason furoat.

"Penggunaan produk krim racikan mengandung bahan obat harus di bawah pengawasan dokter karena kebutuhan setiap orang berbeda-beda," tegas Taruna.

Risikonya tidak main-main:

- Asam retinoat: kulit kering, rasa terbakar, dan gangguan janin pada wanita hamil (bersifat teratogenik).

- Deksametason: dermatitis kontak, jerawat, kemerahan pada kulit, dan berkurangnya produksi hormon.

- Hidrokinon: penggelapan warna kulit, serta perubahan warna kornea dan kuku.

- Mometason furoat: atrofi kulit dan gangguan sistem pelepasan hormon.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Rona
Niki Rilis Lagu "Merry Chri...
Advertisement
KADIN Sebut Stabilitas Ekonomi Indonesia Jadi Modal Hadapi Kondisi Global

KADIN Sebut Stabilitas Ekonomi Indonesia Jadi Modal Hadapi Kondisi Global

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.