Kedatangan Trent bersama Real Madrid Mengingatkan Liverpool Akan Sosok yang Mereka Rindukan
📅 Selasa, 04 Nov 2025, 08:34 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP
LIVERPOOL, INGGRIS – Saat Trent Alexander-Arnold kembali ke Anfield,Rabu (5/11) dini hari WIB, suasana nostalgia bercampur getir menyelimuti stadion yang pernah menjadi rumah masa kecilnya. Baik sang pemain maupun Liverpool, klub yang membesarkannya, kini sama-sama berjuang menemukan pijakan baru setelah perpisahan emosional yang mengubah arah keduanya.
Hanya beberapa meter dari pintu masuk tempat dia akan melangkah sebagai pemain tim tamu, masih terpampang mural raksasa bergambar dirinya mengenakan seragam merah, disertai kutipan ikonik: “I’m just a normal lad from Liverpool whose dream has just come true.” “Aku hanya anak biasa dari Liverpool yang mimpinya baru saja terwujud.”
Perjalanan Alexander-Arnold dari bocah penggemar menjadi juara Liga Inggris dua kali dan pemenang Liga Champions memang bak dongeng. Namun, akhir kisahnya bersama The Reds terasa pahit bagi banyak pendukung. Keputusannya meninggalkan klub setelah kontraknya habis, membuat Liverpool hanya menerima kompensasi kecil, dianggap mencoreng warisan yang telah ia bangun.
Pada bulan-bulan terakhirnya di Merseyside, bahkan suara ejekan sempat terdengar di Anfield, meski kontribusinya besar dalam dua gelar liga pertama Liverpool sejak 1990. Ketika pengumuman perpisahan disampaikan pada Mei lalu, bek berusia 27 tahun itu menyebut keputusannya sebagai “yang paling sulit dalam hidupnya.”
Kepulangannya kali ini hampir pasti akan disambut dengan suasana dingin, terlebih jika ia benar-benar tampil menghadapi mantan klubnya. “Saya punya perasaan campur aduk,” ujar Alexander-Arnold kepada Amazon Prime. “Saya tidak akan merayakan jika mencetak gol. Terserah bagaimana fans bereaksi, tapi aku akan selalu mencintai klub ini. Apa pun yang terjadi, perasaanku terhadap Liverpool tidak akan berubah.”
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun di balik drama emosional itu, Liverpool kini menyadari betapa besar kehilangan mereka di lapangan. Dalam skuad baru racikan Arne Slot, kepergian Alexander-Arnold menjadi lubang paling sulit ditambal. Pelatih asal Belanda itu kerap dipaksa menurunkan Dominik Szoboszlai sebagai bek kanan darurat, lantaran Conor Bradley maupun Jeremie Frimpong belum mampu menggantikan peran sang mantan wakil kapten.
Alexander-Arnold memang sering dikritik karena kemampuan bertahan satu lawan satu, tetapi kehebatannya dalam menyerang membuatnya istimewa. Dia meninggalkan Liga Inggris sebagai bek dengan jumlah assist terbanyak sepanjang sejarah, berkat visi permainan luar biasa dan eksekusi bola mati yang akurat. Tak heran jika Mohamed Salah kini tampak kehilangan rekan terbaiknya di sisi kanan setelah delapan musim berduet.
Rentetan enam kekalahan dalam delapan laga terakhir memperlihatkan betapa besar pengaruh yang ditinggalkan Alexander-Arnold. Namun ironisnya, kehidupan barunya di Real Madrid juga belum berjalan mulus.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sejak mengalami cedera hamstring dalam laga pembuka Liga Champions kontra Marseille pada tanggal 16 September, ia belum kembali menjadi pilihan utama. Bahkan setelah pulih, pelatih Xabi Alonso lebih memilih menempatkan Federico Valverde di posisi bek kanan ketimbang memberi kesempatan kepada Alexander-Arnold. Ia hanya menjadi penonton saat Madrid menaklukkan Barcelona 2-1 dalam El Clasico pekan lalu.
Dengan Madrid memuncaki klasemen La Liga dan mencatat start sempurna di Liga Champions lewat tiga kemenangan beruntun, Alonso tampaknya tidak memiliki alasan kuat untuk mengubah susunan pemain di Anfield.
Namun Alexander-Arnold jelas membutuhkan menit bermain. Minimnya kesempatan tampil telah membuatnya terdepak dari dua skuad terakhir timnas Inggris asuhan Thomas Tuchel, hanya beberapa bulan menjelang Piala Dunia.
Salah satu alasan ia memilih bergabung dengan Madrid adalah ambisi meraih Ballon d’Or bersama klub raksasa Spanyol itu. Tapi sejauh ini, rumput di Santiago Bernabéu belum tampak lebih hijau. Dalam sinar matahari Madrid, Trent Alexander-Arnold masih mencari tempat di mana mimpinya bisa kembali terasa seperti di rumah sendiri.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!