IHSG Hari Tak Kuasa Melawan Arus, Terseret Koreksi Bursa Asia
📅 Jumat, 31 Okt 2025, 17:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/ Bayu Pratama S
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir pekan ditutup melemah seiring koreksi yang melanda mayoritas bursa Asia.
Tekanan jual terjadi akibat sentimen global yang masih dibayangi ketidakpastian arah suku bunga The Fed dan perlambatan ekonomi Tiongkok.
Investor cenderung melakukan aksi ambil untung setelah reli sebelumnya, sementara pelemahan nilai tukar rupiah turut menekan saham-saham berkapitalisasi besar.
Pergerakan IHSG ini mencerminkan sikap hati-hati pasar terhadap risiko eksternal yang masih tinggi di kawasan.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (31/10) sore ditutup melemah 20,18 atau 0,25 persen ke posisi 8.163,88 mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 5,40 poin atau 0,65 persen ke posisi 831,54.
“Bursa saham Asia mayoritas ditutup melemah meskipun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping telah sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata dalam perang dagang antara kedua negara,” sebut Tim Riset Phillips Sekuritas Indonesia dalam kajiannya di Jakarta.
Pelaku pasar melihat kesepakatan dagang antara China dan AS lebih merupakan sebuah penurunan ketegangan (de-eskalasi) dari pada perubahan struktural dalam hubungan antara kedua negara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan kata lain, gencatan senjata yang hanya berumur satu tahun, kemungkinan besar hanya akan menstabilkan hubungan antara kedua negara tersebut, namun tidak menyelesaikan perbedaan mendasar
Kedua belah pihak tampaknya justru mengulur waktu untuk mengurangi ketergantungan satu sama lain di bidang-bidang strategis.
Di sisi lain dari sisi ekonomi makro, pelaku pasar mencerna sejumlah rilis data ekonomi dari Jepang, Korea Selatan dan China.
Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor menguat yaitu dipimpin sektor infrastruktur yang menguat sebesar 1,31 persen, diikuti oleh sektor teknologi dan sektor barang konsumen non primer yang masing-masing naik sebesar 0,71 persen dan 0,24 persen.
Sedangkan enam sektor melemah yaitu sektor industri turun paling dalam sebesar 1,54 persen, diikuti oleh sektor properti dan sektor barang baku yang turun masing-masing sebesar 0,96 persen dan 0,78 persen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!