Danantara Bongkar Fakta: Armada Anyar Garuda Baru Siap di 2032
📅 Jumat, 31 Okt 2025, 17:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/ Lucky R
JAKARTA – Penguatan armada melalui pengadaan pesawat komersial baru menjadi bagian penting dari strategi pertumbuhan dan kelangsungan bisnis maskapai dengan berbagai manfaat operasional, finansial, dan keselamatan.
Pesawat baru dilengkapi dengan teknologi mesin yang lebih modern dan efisien bahan bakar dibandingkan model lama. Ini secara signifikan mengurangi biaya operasional, yang merupakan pengeluaran terbesar maskapai, dan membantu menstabilkan harga tiket bagi konsumen.
Penambahan armada baru memungkinkan maskapai untuk meningkatkan frekuensi penerbangan pada rute yang sudah ada dan membuka jalur baru, sehingga menjangkau lebih banyak pelanggan dan memperkuat posisi pasar mereka.
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mengungkapkan proses pembelian pesawat baru PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk diperkirakan baru bisa terealisasi paling cepat dalam tujuh tahun ke depan.
“Masalahnya, kita mau beli, investasi pesawat baru. Tapi pengiriman pertamanya tujuh tahun dari sekarang. Beli pesawat lagi antre,” kata Managing Director Stakeholders Management and Communications Danantara Indonesia Rohan Hafas dalam taklimat media di Jakarta, Jumat (31/10).
Sebaiknya Anda baca juga:
Rohan menyebut antrean itu berlaku untuk jenis Boeing, yang merupakan bagian dari negosiasi tarif resiprokal Amerika Serikat (AS), maupun Airbus.
“Kan sudah dikontrak waktu restrukturisasi, kita harus beli Boeing. Tapi, baik Boeing atau Airbus, dua-duanya tujuh tahunan,” tambahnya.
Menurut Rohan, Garuda Indonesia masih berusaha menyelesaikan kewajiban pembayaran utang kepada lessor. Mulanya, Garuda Indonesia mendapat dukungan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Seiring dengan peralihan setoran dividen ke Danantara, maka peran dukungan itu beralih ke sovereign wealth fund (SWF) ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kalau pesawat mengangsurnya telat, pasti di-grounded (dilarang terbang). Dan kemarin ada keterlambatan antara peralihan ini, jadi sempat di-grounded beberapa pesawat. Kalau telat seperti itu, penumpang berkurang, penghasilan kurang, jadi rugi,” jelas Rohan.
Hal itu yang melandasi Danantara melakukan injeksi dana senilai Rp6,65 triliun atau setara 405 juta dolar AS kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Injeksi ini berupa pinjaman pemegang saham (shareholder loan) yang dilakukan melalui PT Danantara Asset Management (Persero).
“Itu memang skema cicilannya yang akan terus dilaksanakan sesuai dengan perjanjian restrukturisasinya,” tutur Rohan.
Sebagai catatan, injeksi dana itu merupakan wujud dari pendekatan baru dalam restrukturisasi dan transformasi persero di bawah pengelolaan Danantara Indonesia.
Dana tersebut akan digunakan untuk kebutuhan pemeliharaan, perbaikan dan pemeriksaan, yang merupakan bagian dari total dukungan pendanaan bernilai sekitar 1 miliar dolar AS. Dukungan transformasi komprehensif ini mencakup optimalisasi bisnis, pendanaan jangka panjang, serta pendampingan menyeluruh berbasis tata kelola dan restrukturisasi penyehatan kinerja.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!