Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pengamat: Impor Ilegal bikin Persaingan Usaha Tak Sehat

📅 Kamis, 30 Okt 2025, 06:54 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pengamat: Impor Ilegal bikin Persaingan Usaha Tak Sehat Doc: istimewa
Ket. Dosen Magister Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya, YB. Suhartoko

JAKARTA-Maraknya aktivitas impor ilegal membuat persaingan usaha semakin tidak fair. Pelaku bisnis ilegal meraup keuntungan karena menjual jauh lebih murah dari harga pasar. Karena ilegal, mereka juga luput dari kewajiban pajak sehingga merugikan perekonomian negara.

Dosen Magister Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya, YB. Suhartoko mengatakan, impor ilegal memang harus diberantas karena merugikan perekonomian, yaitu dari sisi persaingan usaha, harga barang impor ilegal jauh lebih murah dari produk domestik. 

Akibatnya produksi domestik mengalami penurunan produksi yang signifikan. Dampak negatif selanjutnya akan menyebabkan terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK). "Daya beli secara agregat adanya PHK akan menurun, sehingga konsumsi masyarakat menurun, investasi menurun dan pertumbuhan ekonomi menurun juga,"ucap Suhartoko

Yang menjadi tantangan dalam memberantas impor ilegal adalah kekuatan dibalik terjadinya impor tersebut, bisa terjadi berasal dari oknum penguasa dan pengusaha yang kuat untuk bekerja sama, karena adanya potensi keuntungan. Selain itu dengan luasnya Indonesia, maka juga membuka pintu masuk barang dari negara lain.

"Ketidakmampuan dan kesengajaan dalam pengawasan aliran barang juga menjadi pendorong terjadinya impor ilegal,"ucap dia. Pada akhirnya keinginan baik pemerintah untuk menghentikan impor ilegal harus terealisasi walaupun menghadap tantangan yang sangat kompleks

Sekitar 10.000 orang buruh anggota Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) berencana menggelar aksi unjuk rasa di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menuntut pemberantasan impor ilegal dan menghukum pelakunya. 

Rencana aksi unjuk rasa itu bakal digelar pada 27 November 2025 nanti di kantor Kementerian Keuangan dan beberapa kementerian/lembaga terkait, dengan melibatkan sekitar 10.000 anggota dari Banten, Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Aksi ini dilakukan karena upaya pemerintah memberantas praktik impor ilegal masih belum menunjukkan hasil. 

Presiden KSPN, Ristadi dalam keterangannya, dikutip Rabu (29/10) mengatakan telah menggelar aksi serupa pada tanggal 1 Juni 2025 lalu di depan Istana Negara, Jakarta. Saat itu, KSPN juga menuntut pemerintah menghentikan segera praktik impor ilegal.

Presiden Prabowo saat itu berkomitmen menindak tegas pelaku impor ilegal, termasuk akan membakar kapal-kapal penyelundup dan merevisi Permendag No 8/2024 yang dianggap melonggarkan arus impor," kata Ristadi.

Namun hingga kini, komitmen itu belum sepenuhnya terwujud. Revisi Permendag 8/2024 sudah positif, namun pihaknya menilai hal itu belum menjawab secara utuh persoalan industri TPT (tekstil dan produk tekstil) nasional.

Sebagai contoh, diperbolehkanya perusahaan importir di kawasan berikat menjual barang impornya di dalam negeri. Ini pasti berdampak akan menekan barang produsen industri di luar kawasan berikat, karena harganya akan lebih murah.

Dengan demikian selain barang impor ilegal, barang import legal pun dengan praktik seperti itu akan ikut menekan barang-barang produsen industri dalam negeri," tambahnya.

Kondisi tersebut seolah membuktikan arus barang impor ilegal yang masuk RI tak terbendung dan semakin menguasai pasar domestik. Jika situasi ini dibiarkan terus, imbuh dia, industri nasional perlahan akan mati dan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) akan semakin meluas.

Semakin Masif

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.