Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkab Lebak Percepat Penurunan Stunting Siapkan Generasi Emas

📅 Kamis, 30 Okt 2025, 11:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Lebak Percepat Penurunan Stunting Siapkan Generasi Emas Doc: ANTARA
Ket. Kepala bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Lebak Paryono.

LEBAK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, melakukan percepatan penurunan prevalensi stunting untuk mempersiapkan Generasi Emas 2045.

Kepala bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Lebak Paryono di Lebak, Kamis (30/10), mengatakan pemerintah daerah memiliki komitmen tinggi untuk melaksanakan percepatan penurunan stunting dengan berbagai strategi agar ke depan tidak ada lagi anak stunting.

Selama ini, Kabupaten Lebak menjadi daerah lokus stunting, sehingga percepatan penurunan harus dilakukan dengan optimal dan melibatkan berbagai komponen mulai organisasi perangkat daerah (OPD), perusahaan, BUMN, lembaga hukum, pengusaha, lembaga agama, dan tokoh masyarakat.

Saat ini jumlah anak stunting di Kabupaten Lebak tahun 2024 tercatat sebanyak 5.221 balita atau 32,4 persen.

"Kami pada tahun 2025 menargetkan penurunan stunting menjadi 28,9 persen atau 4.657 balita," katanya.

Pihaknya melaksanakan penanganan stunting dengan dua strategi, yakni kuratif dan preventif.

Untuk penanganan kuratif, kata dia, dilakukan intervensi dalam 1.000 hari pertama kehidupan.

Selanjutnya, bayi berusia dua tahun tahun diwajibkan mendapat pelayanan posyandu agar terpantau tumbuh kembang kondisi bayi.

Bayi berusia dua tahun dilakukan pemantauan berat badan dan tinggi badan, serta pemberian asupan makanan tambahan.

"Kita prioritaskan penanganan stunting dari 1.000 hari pertama kehidupan dan pada usia dua tahun juga diberikan asupan makanan bergizi dan pelayanan kesehatan," ujar Paryono.

Selanjutnya, penanganan preventif dilakukan intervensi dari hulu mulai remaja putri khususnya pelajar sekolah dengan pemberian tablet tambah darah (TTD), kemudian yang hendak menikah wajib terdaftar pada aplikasi elsimil BKKBN, untuk mendapatkan pembekalan dan edukasi.

Selain itu, selama kehamilan wajib periksa kesehatan ke tenaga medis, seperti dokter dan bidan di puskesmas setempat serta jika mereka mengalami kekurangan energi kronik (KEK) dipastikan mendapatkan TTD agar melahirkan bayi tidak stunting.

Begitu juga bagi pasangan usia subur (PUS) agar menjadi peserta KB guna membatasi jarak kelahiran anak, serta masyarakat diminta tidak menikahkan putra-putri mereka pada usia anak.

"Kami yakin jika dua strategi itu dilakukan maka percepatan penurunan stunting bisa terealisasi sesuai target yang ditentukan pemerintah daerah," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.