Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiga Kuliner Tradisional Kota Madiun Telah Diakui BRIN

📅 Rabu, 29 Okt 2025, 22:45 WIB | Oleh:
Tiga Kuliner Tradisional Kota Madiun Telah Diakui BRIN Doc: Antara
Ket. Perajin membungkus madumongso di sebuah industri rumahan Kota Madiun, Jawa Timur.

Madiun - Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Madiun Suwarno menyebut tiga kuliner tradisional setempat telah mendapatkan pengakuan resmi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sehingga semakin memperkuat statusnya sebagai produk unggulan daerah.

Pihaknya menyatakan bahwa pengakuan tersebut menjadi langkah penting dalam penguatan potensi daerah, khususnya dalam pengembangan UMKM berbasis kearifan lokal.

"Seluruh kajian yang dilakukan, kami arahkan untuk memperkuat produk unggulan daerah yang menjadi basis pemberdayaan UMKM dan bagian dari strategi menuju smart city," ujar Suwarno di Madiun, Jawa Timur, Rabu.

Menurut dia, tiga kuliner tradisional tersebut, yakni madumongso, dawet suronatan dan roti bluder.

Adapun kajian tersebut dilakukan berawal dari usulan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) yang menginginkan tiga produk khas Madiun itu masuk dalam daftar kajian unggulan daerah.

"Usulan itu muncul karena produk-produk tersebut tengah diajukan sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) sebagai identitas budaya lokal Kota Madiun," kata dia.

Sesuai pengakuan BRIN, hasil kajian tersebut dinilai memiliki nilai strategis karena tidak hanya memperkuat potensi ekonomi lokal, tetapi juga memperkokoh identitas budaya masyarakat Madiun.

Data hasil kajian kini telah masuk ke dalam basis data BRIN dan mendapat dukungan dalam hal promosi serta penguatan ekosistem UMKM.

"Dengan pengakuan tersebut, BRIN turut berperan membantu promosi dan pengembangan produk lokal agar lebih dikenal luas," kata Suwarno.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara Bappelitbangda dan BRIN akan menjadi fondasi penting dalam pengajuan status resmi WBTB di tingkat nasional.

"Pengakuan tersebut bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga membuka peluang besar agar produk khas Kota Madiun mendapat pengakuan nasional dan menjadi kebanggaan bersama," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

29 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.