Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Harus Lanjutkan Deregulasi yang Hambat Peningkatan Produksi Beras

📅 Rabu, 29 Okt 2025, 01:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pemerintah Harus Lanjutkan Deregulasi yang Hambat Peningkatan Produksi Beras Doc: antara
Ket. I Nengah Muliarta Akademisi Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi Unwar, Denpasar - Apakah surplus ini merupakan tren jangka panjang atau hanya fenomena satu tahun yang didorong oleh cuaca yang sangat menguntungkan?

JAKARTA - Pemerintah perlu melanjutkan kebijakan deregulasi terhadap peraturan-peraturanyang sekiranya menghambat peningkatan produksi beras lokal untuk mencapai tujuan kemandirian pangan.

Pengamat pertanian dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Jawa Timur, Surabaya, Ramdan Hidayat, mengakui kalau sektor pertanian saat ini jauh lebih baik karena perhatian pemerintah yang begitu besar kapada petani.

“Ada keberpihakan yang bisa dirasakan sehingga semua kebijakan dan tindakan pemerintah dapat lebih fokus menaikkan produksi beras lokal dan meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Ramdan.

Kalau sudah terbukti zero impor, pemerintah tinggal melanjutkan kebijakan deregulasi yang dapat mengurangi kebergantungan pada beras impor karena ini akan membuka jalan lebih lebar ke kemandirian yang sudah lama dicita-citakan.

“Menetapkan kebijakan harga yang adil harus jadi prioritas untuk melindungi petani lokal dan mencegah alih fungsi lahan,” katanya.

Selain itu, tentu perbaikan infrastruktur irigasi, akses petani ke teknologi dan memberikan subsidi atau bantuan keuangan ke petani ditingkatkan. “Zero impor ini juga lebih mudah dipertahankan dengan mendorong diversifikasi pangan untuk mengurangi tekanan pada produksi beras,” tutur Ramdan.

Dalam kesempatan terpisah, Akademisi Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi Universitas Warmadewa (Unwar), Denpasar, Bali, I Nengah Muliarta, mengatakan pernyataan Menko Pangan Zulkifli Hasan mengenai kondisi surplus beras 4 juta ton dan target nol impor di tahun 2025 merupakan sebuah deklarasi optimisme yang kuat dalam mencapai kedaulatan pangan, namun perlu dibedah dengan kacamata kehati-hatian akademik dan keberlanjutan.

“Jika klaim surplus 4 juta ton didukung data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), ini menunjukkan intervensi kebijakan yang sangat efektif dan cepat, terutama mengingat impor besar yang dilakukan pada tahun 2024 (disebutkan 4,5 juta ton),” kata Muliarta.

Peningkatan produksi dalam negeri ini terang dia merupakan indikator positif bahwa program percepatan tanam, perbaikan irigasi, dan jaminan ketersediaan pupuk tepat waktu telah membuahkan hasil signifikan. Kondisi itu memberikan amunisi yang kuat bagi pemerintah untuk mengelola stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Bulog, sekaligus memberikan sinyal positif bagi Nilai Tukar Petani (NTP) dan kesejahteraan petani.

Jangan Lengah

Meskipun euforia surplus patut dirayakan, dia meminta agar tidak boleh lengah. Dalam ilmu ketahanan pangan, kualitas surplus perlu diukur. “Apakah surplus ini merupakan tren jangka panjang atau hanya fenomena satu tahun yang didorong oleh cuaca yang sangat menguntungkan? Mengingat ancaman perubahan iklim, keberhasilan harus diuji dalam menghadapi El Nino atau La Nina berikutnya,”ungkap Muliarta.

Stok yang besar harus mampu menjamin stabilisasi harga. Jika surplus, namun harga beras di tingkat konsumen tetap tinggi, ini mengindikasikan masalah di rantai distribusi dan tata niaga, bukan lagi di sektor produksi.

Data surplus harus diperinci, apakah ini surplus kumulatif produksi terhadap konsumsi, atau hanya penumpukan stok Bulog yang belum didistribusikan? Kejelasan ini penting untuk menghindari salah tafsir yang bisa menyebabkan pemerintah terlalu percaya diri dan lengah dalam menyusun rencana darurat (contingency plan).

Menko Pangan Zulkifli Hasan menyebut deregulasi peraturan sebagai kunci keberhasilan. Secara prinsip, penyederhanaan birokrasi adalah langkah yang tepat. Deregulasi yang fokus pada percepatan penyaluran pupuk, kemudahan akses benih unggul, atau percepatan keputusan impor/ekspor memang sangat krusial.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.