Lestari Moerdijat: Menuju Indonesia Emas, Bonus Demografi Harus Dikelola dengan Baik
📅 Rabu, 29 Okt 2025, 21:57 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: istimewa
JAKARTA - Ujian bagi para pemuda Indonesia saat ini adalah jalan menuju Indonesia emas. Bonus demografi harus dikelola dengan baik, jangan justru menjadi petaka.
“Saatnya para pemuda masa kini menciptakan kepemimpinan kolaboratif. Anak-anak muda generasi saat ini siap menunggu tongkat estafet menuju Indonesia Emas. Para pemuda harus bergerak sekarang,” tegas Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, saat membuka diskusi bertajuk "Kepemimpinan Pemuda Menuju Indonesia Emas 2045", di Jakarta, Rabu (29/10).
Diskusi yang diselenggarakan Forum Diskusi Denpasar 12 itu adalah edisi ke-253 dan dimoderatori Anggiasari Puji Aryatie (Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR RI).
Berbicara sebagai narasumber dalam forum tersebut, Rico Waas (Wali Kota Medan), Billy Mambrasar (Tokoh Muda Papua–Pendiri Yayasan Kitong Bisa), Nicky Clara (Pemimpin Muda Inklusif), Shana Fatina (Woman Green Entrepreneur), dan penanggap Lathifa Al Anshori (Ketua DPP Partai NasDem Bidang Pemilih Pemula dan Milenial).
Rerie, panggilan akrab Lestari, mengingatkan tema Sumpah Pemuda tahun ini adalah “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu.”
Sebaiknya Anda baca juga:
Tema ini mengajak semua anak muda untuk menyadari bahwa berbagai upaya mewujudkan kejayaan NKRI di masa mendatang perlu dicapai dengan kolaborasi kepemimpinan lintas generasi dan pelibatan elemen bangsa.
Salah satu kualitas yang dapat diandalkan dari anak muda, kata anggota Komisi X DPR ini adalah kualitas kepemimpinan. Kepemimpinan memiliki banyak definisi dan arti dengan berbagai atributnya. “Namun dalam konteks ini, kepemimpinan pemuda yang berbasis pada nilai-nilai Pancasila, memahami visi Indonesia 2045, dan mampu menyatukan semua elemen untuk membangun bangsa.”
Rerie mengingatkan, visi Indonesia Emas 2045 memiliki empat pilar utama, yakni kedaulatan dan persatuan; pembangunan manusia serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi; pembangunan ekonomi berkelanjutan; dan pemerataan pembangunan. “Dari empat pilar tersebut, anak muda dapat menjadi agen yang terus menggaungkan semangat satu dalam keberagaman, inklusivitas dan pelestarian, maupun adaptasi budaya pada berbagai kebaruan,” ujar Rerie yang juga Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Wali Kota Medan, Rico Waas, mengungkapkan, pernah ada masa para pemuda merasa tidak tertarik berpolitik. Tapi, kini, banyak pemuda yang memberikan kontribusi dalam pembangunan bangsa.
Menceritakan sosoknya, Rico Waas mengatakan, “Saya sebenarnya tidak punya latar belakang politik. Saya berlatar belakang seniman. Pernah masuk ke dunia kerja.”
Tapi setelah terjun ke politik, politik menjadi berkah dan bisa memberikan kontribusi buat masyarakat, khususnya pemuda.
Rico mengatakan, “Kalau suara kita ingin didengar, kita harus masuk ke dunia politik. Saya tidak menyangka lewat Pilkada 2024, saya terpilih jadi Wali Kota Medan. Kota Medan adalah miniatur Indonesia.”
Setelah menjadi wali kota, menurut Rico, ia peduli dengan hal-hal yang inklusif, misalnya menghidupkan siskamling sebagai upaya menghidupkan kembali interaksi sosial yang kini banyak dilakukan melalui telepon selular. “Sehingga kita, khususnya anak-anak muda bisa berbicara antargenerasi,” katanya seraya mengingatkan para pemuda agar cinta tanah air, menghargai budaya dan sejarah di mana kita tinggal.
Membangun inklusivitas juga dilakukan Billy Mambrasar (Tokoh Muda Papua – Pendiri Yayasan Kitong Bisa) yang pernah dipercaya dan dilantik langsung Presiden Jokowi saat ia dipercaya menjadi Staf Khusus (Stafsus) Milenial pada 2019.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!