Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pengawasan Partisipatif Diperkuat, Bawaslu Bantul Libatkan 40 Aktivis Muda

📅 Selasa, 28 Okt 2025, 17:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pengawasan Partisipatif Diperkuat, Bawaslu Bantul Libatkan 40 Aktivis Muda Doc: Dok. Antara

BANTUL - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengirimkan 40 perwakilan dari berbagai organisasi masyarakat dan kepemudaan untuk mengikuti pendidikan pengawas partisipatif yang diselenggarakan Bawaslu RI. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring dan dimulai serentak dari Jakarta pada 23 Oktober 2025.

Ketua Bawaslu Bantul, Didik Joko Nugroho, mengatakan program pendidikan ini diikuti oleh peserta dari beragam unsur, antara lain Karang Taruna, Gerakan Pemuda Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Fatayat NU, Nasyiatul Aisyiyah, Pramuka, serta duta pengawas pemilih pemula.

“Bawaslu Bantul mengirimkan sebanyak 40 peserta untuk mengikuti pendidikan pengawas partisipatif secara daring, peserta tersebut terdiri dari perwakilan unsur organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan,” ujar Didik di Bantul, Selasa (28/10).

Ia menjelaskan, sebelum mengikuti pelatihan, setiap calon peserta diminta membuat tulisan mengenai bentuk partisipasi masyarakat yang telah dilakukan di komunitas masing-masing, sekaligus rencana kegiatan pengawasan partisipatif yang akan mereka kembangkan.

Menurut Didik, pendidikan pengawas partisipatif tahun ini mengusung tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat”. Seluruh kegiatan pembelajaran dilakukan melalui Learning Management System (LMS), platform daring yang telah disiapkan Bawaslu RI.

“Metode pembelajaran dalam pendidikan pengawas partisipatif secara daring tersebut menggunakan pembelajaran dengan Learning Management System (LMS), sistem pembelajaran secara online dengan platform yang sudah dibuat Bawaslu RI,” katanya.

Ia berharap pelatihan ini mampu melahirkan peserta yang memiliki kemampuan konseptual dan teknis dalam menggerakkan komunitas serta memperkuat jaringan pengawasan pemilu berbasis masyarakat.

“Selain itu ke depan dapat menjadi model pengawasan pemilu dan pemilihan partisipatif yang dapat dilaksanakan pada pemilihan-pemilihan selanjutnya,” ujarnya.

Selama mengikuti pelatihan, para peserta akan mempelajari berbagai materi, antara lain pencegahan pelanggaran dan sengketa proses pemilu, teknis pelaporan dugaan pelanggaran, serta strategi pengembangan gerakan pengawasan partisipatif dan penguatan jaringan masyarakat.

“Termasuk teknis pengembangan gerakan pengawasan partisipatif, serta teknis penguatan jaringan dan pemberdayaan komunitas,” tambah Didik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Olahraga
Crysencio Summerville
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.