Tour de France 2026 Tantang Para Pembalap Lewati Lima Gugusan Pegunungan Prancis
Jumat, 24 Okt 2025, 09:07 WIBPARIS, PRANCIS - Dari Montjuic di Barcelona hingga Montmartre di Paris, rute Tour de France 2026 menghadirkan tantangan luar biasa bagi juara bertahan Tadej Pogacar dan para pesaingnya. Ajang balap sepeda paling bergengsi di dunia itu akan menampilkan sejumlah tanjakan legendaris, termasuk dua etape yang menaklukkan puncak ikonik Alpe dâHuez.
Balapan selama 21 haritersebutakan dimulai padatanggal 4 Juli 2026 di Barcelona dan menempuh jarak total 3.333 kilometer, sebelum berakhir di bawah lengkungan Arc de Triomphe, Paris, pada 26 Juli. Etape terakhir akan melibatkan tiga pendakian di jalan berbatu Rue Lepic, Montmartre, sebagaimana diumumkan panitia pada peluncuran resmi rute, Kamis (23/10) waktu setempat.
Rancangan rute tahun depan disebut memberikan peluang lebih besar bagi para pesaing utama Pogacar, seperti Jonas Vingegaard dan Remco Evenepoel, dibandingkan edisi 2025.
âRute ini dirancang agar ketegangan terjaga hingga akhir,â kata direktur lomba Christian Prudhomme.
Menariknya, rute 2026 sama sekali mengabaikan wilayah utara Prancis, berbanding terbalik dengan edisi sebelumnya. âJika Anda gabungkan kedua edisi itu, hampir seluruh wilayah Prancis sudah terwakili,â ujar Prudhomme.
Grand Départ di Barcelona akan menjadi sorotan, mengingat kota tersebut sempat mengalami gangguan demonstrasi pro-Palestina saat Vuelta a España awal tahun ini.
âSulit memprediksi situasi sembilan bulan ke depan. Kita akan lihat nanti,â kata Prudhomme, menegaskan bahwa kesepakatan dengan kota Barcelona telah disepakati jauh sebelum gelombang protes terkait tim Israel Premier-Tech merebak.
Rute 2026 membawa para pebalap melintasi Pyrenees menuju Bordeaux, sebelum menempuh jalur diagonal menuju Pegunungan Alpen, lalu melakukan perjalanan malam panjang ke Paris untuk etape penutup.
Peloton juga akan melewati kawasan anggur ternama seperti Bordeaux, Bergerac, dan Beaujolais, serta kawasan Evian yang tersohor dengan air mineralnya.
Secara keseluruhan, Tour 2026 terdiri dari tujuh etape datar, empat etape berbukit, dan delapan etape pegunungan, dengan lima di antaranya berakhir di puncak gunung.
Bagi spesialis individu seperti Remco Evenepoel, juara dunia sekaligus peraih emas Olimpiade nomor time trial, tersedia dua etape uji waktu. Etape pembuka akan berupa time trial beregu 19 km di Barcelona yang berpotensi memberinya yellow jersey pertama. Sementara itu, etape ke-16 menampilkan uji waktu individu 26 km di tengah kawasan Alpen dengan tanjakan berat di pertengahan lintasan.
âEtape ini sangat cocok untuk kekuatan Evenepoel. Ia bisa saja mencuri dua menit di sana,â ujar perancang rute Thierry Gouvenou.
Musim lalu, Vingegaard justru tampil buruk di dua sesi time trial,sektor di mana Pogacar mengamankan margin kemenangan besarnya. Namun, dominasi etape pegunungan di edisi 2026 diperkirakan lebih menguntungkan Vingegaard yang dikenal tangguh di tanjakan panjang.
Para pembalap akan menaklukkan lima gugusan pegunungan utama Prancis: Pyrenees, Massif Central, Jura, Vosges, dan rangkaian Alpen yang luar biasa berat di pekan terakhir. Dua etape pamungkas, yakni etape 19 dan 20, akan menampilkan tanjakan legendaris Alpe dâHuez, tempat pembalap Inggris Tom Pidcock pernah mencuri perhatian dunia lewat aksi menuruni Col du Galibier secara menegangkan sebelum menaklukkan 21 tikungan berliku Alpe dâHuez dengan kemenangan heroik.
Total terdapat 30 tanjakan utama di rute 2026,jumlah yang sama dengan edisi 2023 saat Jonas Vingegaard merebut gelar Tour de France keduanya.
Sebagaimana diperkenalkan pada edisi 2025 sebagai bagian dari warisan Olimpiade Paris, etape terakhir kembali akan menampilkan tiga pendakian Rue Lepic di Montmartre. Tahun ini, ribuan penonton memenuhi bistro sepanjang hari sebelum menyaksikan duel dramatis ketika Wout van Aert menyalip Pogacar di menit-menit akhir.
âKami ingin mempertahankan format ini dan menjadikannya tradisi tetap,â ujar Prudhomme. Etape tersebut disaksikan hampir sembilan juta penonton di televisi Prancis.
Sementara itu, Tour de France Putri akan digelar sepekan setelah edisi putra berakhir, dimulai dari Lausanne, Swiss. Juara bertahan Pauline Ferrand-Prévot dan pembalap tuan rumah Marlen Reusser diprediksi menjadi unggulan utama dalam balapan sembilan hari yang mencakup tanjakan ikonik Mont Ventoux. âRutenya kejam. Satu kesalahan kecil bisa berakibat fatal,â kata direktur lomba putri Marion Rousse.
Balapan putri akan berakhir di Nice, dengan lintasan penutup di sepanjang Promenade des Anglais yang legendaris,menjadi simbol penutup elegan dari pesta balap sepeda terbesar dunia tahun 2026.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Geliatkan Ekonomi Kreatif, Bank Raya Hadirkan Ekosistem Transaksi Digital di Sundown Markette Festival
-
Perkuat Pendidikan Tinggi Maritim, ITS Gagas Forum Diktimarin
-
Maybank Indonesia Adakan Kegiatan Keberlanjutan Jelang Maybank Cycling Series Il Festino 2025
-
Ketua MPR Kok Jadi Juru Bicara Pemerintah
-
Svitolina Singkirkan Swiatek di Indian Wells, Sabalenka dan Rybakina Melaju ke Semifinal
-
Ayustina Mempertahankan Jersi Kuning pada Etape Kedua Tour of Vietnam
-
Tips Kembali Aktif Setelah Liburan Panjang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.