• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Teknologi AI Harus Digengg...

Teknologi AI Harus Digenggam Kaum Muda

Rabu, 29 Jul 2026, 11:58 WIB

JAKARTA – Kemajuan teknologi seperti AI tak boleh lepas dari genggaman kaum muda. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menegaskan penguatan kemampuan berpikir, rasa ingin tahu, dan kreativitas menjadi fondasi penting dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia menghadapi perkembangan kecerdasan artifisial (AI).

Melalui keterangan di Jakarta, Rabu, Stella menekankan bahwa perkembangan AI perlu disikapi sebagai momentum untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya membekali peserta didik dengan keterampilan teknis, tetapi juga harus mengembangkan kemampuan berpikir yang menjadi keunggulan manusia.

Ket. Foto: stella Christie — Sumber: ant

"Kalau kemampuan kita adalah kemampuan Artificial Intelligence, dan kemampuan anak-anak yang anda didik adalah kemampuan Artificial Intelligence, saya jamin 100 persen mereka akan digantikan oleh Artificial Intelligence," katanya.

Pakar psikologi kognitif itu menyebut keunggulan manusia terletak pada kemampuan berpikir, bernalar, dan menciptakan inovasi. Oleh sebab itu, pendidikan perlu memberi ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan tersebut sejak usia dini.

Ia juga menekankan pentingnya menumbuhkan rasa ingin tahu sebagai fondasi kreativitas. Menurut Stella, kreativitas bukanlah kemampuan yang muncul secara tiba-tiba, melainkan dapat dibangun melalui lingkungan yang mendorong anak untuk bertanya, mengeksplorasi, dan menemukan pengetahuan secara mandiri.

"Step nomor satu harus punya rasa ingin tahu. Kalau kita tidak punya rasa ingin tahu, kemampuan untuk kreatif kita akan mati," ujarnya menegaskan.

Selain itu, Wamen Stella juga menekankan pentingnya pembelajaran aktif, yaitu proses belajar yang mendorong peserta didik berpikir, mengambil keputusan, memecahkan masalah, dan belajar melalui pengalaman.

Menurut dia, pendekatan tersebut dapat diterapkan baik melalui aktivitas bermain maupun melalui pemanfaatan teknologi digital yang dirancang untuk mendorong partisipasi aktif peserta didik.

Oleh karena itu, Wamen Stella mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari orang tua, guru, hingga masyarakat, untuk terus menumbuhkan budaya berpikir dalam kehidupan sehari-hari sebagai bekal menghadapi perkembangan teknologi.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.