Agar Warga Makin Antusias Berobat, DPRD Kota Tangerang Minta Skrining Dipersingkat.

Rabu, 29 Jul 2026, 11:46 WIB

Komisi II DPRD Kota Tangerang meminta proses pengisian data skrining kesehatan di puskesmas dipersingkat agar tidak menghambat pelayanan kepada masyarakat dan meningkatkan minat untuk datang ke fasilitas kesehatan.

Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang, Syamsuri, di Tangerang, Rabu, mengatakan mekanisme skrining yang harus diisi sebelum pemeriksaan dinilai masih menyulitkan masyarakat. Menurutnya, formulir skrining yang cukup panjang dan harus diakses melalui telepon seluler membuat sebagian warga, terutama yang tidak membawa atau tidak memiliki ponsel, mengalami kendala saat akan berobat.

Ket. Foto: Sejumlah warga antri di puskesmas Kota Tangerang untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. — Sumber: Antara Foto

"Kalau kita lihat banyaknya antrean, ternyata ada skrining kesehatan yang harus diisi terlebih dahulu sebelum mereka melakukan pemeriksaan. Kurang lebih hampir 11 halaman dan ini menyulitkan. Banyak masyarakat awam yang datang tidak membawa HP, sementara prosesnya harus menggunakan HP," ujar Syamsuri dalam keterangannya.

Ia menegaskan, puskesmas merupakan fasilitas kesehatan tingkat pertama yang menjadi pintu masuk layanan kesehatan sekaligus rujukan ke rumah sakit. Karena itu, proses administrasi harus dibuat lebih sederhana agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang cepat, mudah, dan nyaman.

"Kita harus buat masyarakat mudah dan praktis saat ingin mendapatkan akses kesehatan. Karena ini juga bagian dari mensukseskan program cek kesehatan gratis," ujarnya.

Selain itu, Komisi II juga akan menindak lanjuti masukan dari para kepala puskesmas terkait tantangan pelayanan di lapangan. Beberapa persoalan yang disampaikan di antaranya keterbatasan alat kesehatan, kebutuhan sumber daya manusia (SDM), kondisi infrastruktur, hingga koordinasi pelayanan dengan BPJS Kesehatan.

Syamsuri mengatakan, seluruh aspirasi tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan melalui dukungan anggaran maupun koordinasi dengan Pemerintah Kota Tangerang, khususnya Dinas Kesehatan.

"Banyak yang harus dibenahi ke depan dan kita terus dorong dari sisi APBD melalui Dinas Kesehatan. Tentunya kita berharap apa yang menjadi keluhan dan kebutuhan mereka bisa terpenuhi," katanya.

Saat ini, Kota Tangerang memiliki 39 puskesmas yang menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Selain melayani pemeriksaan di fasilitas kesehatan, seluruh puskesmas juga aktif menjalankan layanan jemput bola ke sekolah, perkantoran, perusahaan, komunitas hingga lingkungan RT/RW untuk memperluas akses layanan kesehatan masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, mengatakan seluruh puskesmas terus didorong agar tidak hanya menunggu masyarakat datang, tetapi juga aktif menjangkau warga melalui berbagai kegiatan pelayanan kesehatan di lapangan.

"Seluruh puskesmas kami dorong aktif menjangkau masyarakat. Jadi tidak hanya menunggu warga datang, tetapi petugas kesehatan juga hadir langsung melalui berbagai kegiatan di lapangan agar semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan layanan kesehatan," ujar dr. Dini.  

  • pelayanan kesehatan

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.