Dirut Bulog Sidak Mitra Maklon di Demak demi Jaga Kualitas CBP

Rabu, 29 Jul 2026, 11:54 WIB

JAKARTA – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke mitra maklon penggilingan padi di wilayah Kabupaten Demak, Jawa Tengah, guna memastikan kualitas cadangan beras pemerintah (CBP) tetap terjaga optimal.

Rizal mengatakan sidak dilakukan untuk memastikan proses pengolahan gabah hingga menjadi beras memenuhi standar kualitas yang ditetapkan pemerintah seiring meningkatnya stok CBP di seluruh gudang Bulog nasional.

Ket. Foto: Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke mitra maklon penggilingan padi di Desa Turitempel, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Rabu (29/7/2026). — Sumber: ANTARA

"Nah, itu makanya kami tadi melaksanakan sidak mulai dari ngecek tempat penjemuran, kemudian bed dryer, sampai dengan proses giling dan lain sebagainya," kata Rizal saat dihubungi di Jakarta, Rabu (29/7).

Rizal melakukan inspeksi mendadak ke salah satu mitra maklon penggilingan padi di Desa Turitempel, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak.

Ia meninjau tahapan penjemuran gabah, penggunaan bed dryer, proses penggilingan, hingga hasil akhir beras guna memastikan seluruh tahapan produksi berjalan sesuai standar operasional perusahaan.

Ia menilai kualitas beras yang dihasilkan cukup baik karena didukung bahan baku gabah yang dipanen pada tingkat kematangan optimal sehingga menghasilkan butiran beras lebih utuh dan minim pecah.

Menurutnya, kualitas gabah dan beras menjadi perhatian utama Bulog karena sangat menentukan daya simpan cadangan beras pemerintah sekaligus menjaga mutu beras yang nantinya diterima masyarakat luas.

Rizal mengungkapkan hingga saat ini stok CBP di gudang Bulog mencapai sekitar 5,4 juta ton, termasuk hasil penyerapan gabah petani nasional hampir 3,5 juta ton.

"Nah, ini dengan stok yang besar, maka kami menitikberatkan atau konsentrasi terhadap kualitas beras. Karena apa? Kalau kualitas berasnya jelek, maka daya simpannya akan lebih cepat. Tapi kalau kualitas gabah dan berasnya bagus, maka daya simpannya akan lebih lama dan dinikmati masyarakat juga rasanya juga lebih enak," tegasnya.

Ia mengingatkan seluruh mitra maklon agar menjaga kepercayaan Bulog dengan menghasilkan beras sesuai standar pemerintah, termasuk kadar air, tingkat pecahan, serta persentase butiran menir yang ditetapkan.

Bulog menegaskan hanya akan menerima beras yang memenuhi spesifikasi kualitas sehingga pengawasan terhadap proses produksi terus diperkuat demi menjaga kualitas cadangan beras pemerintah secara berkelanjutan.

"Nah, jangan sampai nanti hasil gilingan mitra maklon itu tidak sesuai dengan standar. Karena standar yang kami terima adalah beras medium, yaitu beras dengan posisi pecahan maksimal 25 persen, kadar air 14 persen dan butiran menirnya 2 persen. Oleh karena itu, harus betul-betul dijaga," kata Rizal.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.