Tips dari Komandan Navy SEAL untuk Tetap Tenang dalam Keadaan Genting
📅 Jumat, 24 Okt 2025, 13:45 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SLatihan 'Apa yang bisa salah?'
McRaven menyarankan untuk mengadakan sesi "bagaimana jika" secara berkala. SEAL berlatih tanpa henti agar ketika bahaya nyata datang, mereka bereaksi dengan disiplin dan jernih, serta menghindari kepanikan.
Dalam dunia kerja sipil, mungkin itu seperti mempersiapkan peluncuran produk besar atau presentasi klien dengan membuat daftar setiap kemungkinan yang dapat membuat rencana tersebut salah, lalu menetapkan respons mitigasi untuk masing-masing kemungkinan tersebut.
"Jika hal buruk ini terjadi, kami akan merespons seperti ini. Dan jika hal buruk lainnya terjadi, kami akan beralih ke cara ini."
Sebaiknya Anda baca juga:
"Beginilah cara kami mempersingkat waktu pengambilan keputusan, meningkatkan kejelasan, dan merespons kesulitan secara efektif. Sebisa mungkin, kami tidak membiarkan diri kami terkejut."
Jika itu merupakan hasil yang dapat dibayangkan, kami punya rencana untuk itu.
Dan mungkin ini tidak bisa diterapkan di semua industri atau tempat kerja. Namun, mengalokasikan waktu setengah hari atau sehari penuh sebulan sekali untuk bergabung dengan pekerja garda depan, alih-alih menjalankan rapat, sangat bermanfaat untuk membangun kepercayaan dan keamanan psikologis, serta mengurangi jarak dan kecurigaan di antara tim kerja Anda. Perilaku ini harus konsisten dan terlihat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Manfaatkan waktu itu untuk mempelajari hambatan dan kendala yang memperlambat orang. Intinya adalah hadir untuk membantu, bukan untuk menginspeksi. Mintalah koreksi jika ada cara yang lebih baik untuk melakukan sesuatu. Ketika kita memahami dengan jelas apa yang dihadapi anggota tim kita setiap hari, kita dapat menghargai pekerjaan mereka, memberikan ulasan dan umpan balik yang bermakna, serta melakukan penyesuaian yang meningkatkan kualitas hidup para pekerja di lapangan.
Ritual pasca aksi
Terinspirasi oleh masa baktinya di Angkatan Laut, McRaven mencatat bahwa setelah setiap misi atau latihan, SEAL langsung melakukan debriefing dan refleksi. Mereka menggunakan waktu ini untuk berdiskusi dan memikirkan apa yang berjalan baik, apa yang gagal, dan apa yang bisa diperbaiki. Di saat inilah para pemimpin dapat mengidentifikasi karya-karya hebat yang dibuat oleh individu atau kolektif, dan menyampaikannya di depan seluruh tim.
Latihan ini melatih pikiran untuk memperhatikan pola, merayakan kemenangan, dan memperbaiki kesalahan sebelum bertambah parah.
Ketika para pemimpin berpartisipasi dalam ritual ini, McRaven menggambarkannya sebagai "memimpin dari depan" — menunjukkan bahwa Anda memegang standar yang sama dengan yang Anda harapkan dari tim Anda.
Praktik ini menanamkan perilaku dan kebiasaan kerja yang diinginkan ke dalam rutinitas sehari-hari.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!