Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Kediri: Stok Beras Cukup hingga Tahun Baru 2026

📅 Kamis, 23 Okt 2025, 07:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkot Kediri: Stok Beras Cukup hingga Tahun Baru 2026 Doc: ANTARA
Ket. Petugas gabungan sidak harga beras dan pasokannya di pasar tradisional Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu (22/10/2025).

KEDIRI – Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mengungkapkan bahwa stok beras di pasaran saat ini dalam jumlah aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga Tahun Baru 2026.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri, Moh Ridwan, mengemukakan pihaknya telah mengadakan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang dan pasar di Kota Kediri, guna mengetahui stok beras.

"Sidak ini kami gelar untuk mengetahui dan memastikan harga beras, khususnya dijual dengan harga di bawah harga eceran tertinggi (HET) di tingkat konsumen," katanya di Kediri, Rabu (22/10).

Berdasarkan hasil sidak yang dilakukan tim gabungan yakni Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Polres Kediri Kota, serta Bulog Kediri tersebut, diketahui stok masih aman.

Pasokan beras di Kota Kediri masih bisa mencukupi kebutuhan hingga Tahun Baru 2026.Selain itu, petugas juga tidak menemukan beras dengan kualitas di bawah standar.

"Beras yang dijual di pasaran memiliki kualitas cukup baik, yakni tidak ada kutu, tidak berwarna, dan tidak menggumpal," kata dia.

Ia menambahkan dari segi harga, memang masih dijumpai pedagang yang menjualnya di atas HET.

Pemkot Kediri memberikan sosialisasi ke pedagang agar menjual beras sesuai dengan ketentuan HET. Jika tetap diabaikan, pedagang akan mendapatkan sanksi lebih tegas.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri, Un Achmad Nurdin, menambahkan pasokan beras di Kota Kediri tidak ada indikasi kelangkaan karena stok beras dari distributor cukup banyak.Namun, dirinya mengakui ada penjual menjual beras di atas HET.

Misalnya, di salah satu pusat perbelanjaan modern, beras dijual sesuai dengan HET yakni Rp14.900 per kilogram untuk jenis premium, sedangkan di pasar tradisional yakni Pasar Bandar ada yang di atas HET.

Un Achmad berharap dengan sidak stok bahan pokok, khususnya beras nantinya harga yang dijual bisa stabil, tidak melebihi HET yang ditetapkan pemerintah, sehingga tidak memberatkan masyarakat.

Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaima memastikan stok beras nasional saat ini berada pada posisi sangat aman, mencapai level tertinggi sejak Indonesia merdeka.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi beras Januari–November 2025 mencapai 33,19 juta ton, meningkat signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 29,47 juta ton.Hingga akhir tahun, total produksi diperkirakan mencapai lebih dari 34 juta ton.

Sementara itu, per 20 Oktober 2025, stok beras pemerintah yang ada di Perum Bulog sangat aman di angka 3,8 juta ton.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.