Ada Potensi 660 Perusahaan, RI-Jepang Siap Majukan Industri Mold and Dies
📅 Rabu, 22 Okt 2025, 23:59 WIB | Oleh: Tim Redaksi"Program ini diharapkan mampu menjadi acuan dalam penyelarasan kurikulum, pengembangan sarana dan prasarana pendidikan, serta peningkatan kualitas pengajaran di kelas," tuturnya.
Agen Perubahan
Sementara itu, perwakilan AOTS Jepang, Yosuhiro Chino menyampaikan apresiasinya atas partisipasi aktif para guru SMK Indonesia.
Ia berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan dengan membagikan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh kepada rekan-rekan guru lainnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Industri mold and dies memiliki peran penting dalam memastikan keberlanjutan rantai produksi manufaktur.
"Oleh karena itu, pelatihan seperti ini sangat penting agar dunia pendidikan selalu mengikuti perkembangan teknologi terkini dan mampu mencetak SDM siap kerja di sektor industri," ujar Yosuhiro.
Kemenperin dan METI Jepang berkomitmen untuk terus memperluas ruang lingkup kerja sama di berbagai bidang strategis, termasuk pengembangan industri kecil dan menengah (IKM), transformasi menuju industri hijau, serta implementasi Industry 4.0.
Melalui kolaborasi antara AOTS dan BPSDMI sebagai implementing agency, kerja sama ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas SDM industri nasional, memperkuat daya saing sektor manufaktur, dan mewujudkan kemandirian industri Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!