Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Hari Ini Melemah, Tersandera Drama Shutdown AS

📅 Selasa, 21 Okt 2025, 17:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Hari Ini Melemah, Tersandera Drama Shutdown AS Doc: Antara.
Ket. Ilistrasi - Uang kertas rupiah dan dolar AS

JAKARTA - Rupiah kembali tertekan di tengah ketidakpastian global, seiring dengan berlanjutnya “government shutdown” di Amerika Serikat (AS) yang kini memasuki hari ke-21. 

Penutupan sebagian layanan pemerintahan AS itu menambah kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan fiskal dan stabilitas ekonomi negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut.

Investor global cenderung menghindari aset berisiko dan beralih ke instrumen safe haven seperti dolar AS dan emas, sehingga menekan nilai tukar mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. 

Dari sisi domestik, pelemahan rupiah bukan hanya soal tekanan eksternal, tapi juga cerminan sensitivitas pasar terhadap faktor geopolitik dan likuiditas global. 

Jika shutdown di AS berlangsung lebih lama, dampaknya bisa merembet pada kepercayaan investor dan memperlambat aliran dana ke emerging markets.

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Selasa (21/10) sore melemah sebesar 12 poin atau 0,07 persen menjadi Rp16.5875 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.575 per dolar AS.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga melemah di level Rp16.589 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.585 per dolar AS.

Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menilai pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah dipengaruhi penutupan pemerintah federal (government shutdown) Amerika Serikat (AS) yang telah memasuki hari ke-21.

“Pelaku pasar terus mencermati perkembangan seputar penutupan Pemerintah Federal AS yang sedang berlangsung. Penutupan pemerintah telah memasuki hari ke-21 tanpa tanda-tanda akan berakhir, setelah para senator gagal untuk ke-11 kalinya menyelesaikan kebuntuan dalam pemungutan suara pada hari Senin (20/10),” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (21/10).

Mengutip Anadolu, penutupan Pemerintah AS masih berlangsung seiring perolehan suara untuk menyelesaikan kebuntuan ini sebesar 50 banding 43. Artinya, Senat AS tak mengajukan penutupan mosi untuk melanjutkan langkah pendanaan pemerintah yang telah disahkan DPR hingga 21 November.

Rancangan Undang-Undang (RUU) untuk membuka kembali pemerintah federal telah gagal mencapai ambang batas 60 suara dalam setiap upaya sejauh ini, tanpa ada indikasi bahwa hasilnya akan berbeda pada upaya berikutnya.

Penutupan pemerintah dimulai sejak 1 Oktober pasca-kegagalan negosiasi mengenai prioritas pengeluaran federal. Ribuan pegawai federal sejak itu telah dirumahkan atau bekerja tanpa bayaran sementara layanan pemerintah telah dikurangi atau ditangguhkan.

“Penutupan pemerintah AS kini menjadi jeda pendanaan terpanjang ketiga dalam sejarah modern,” ujar Ibrahim.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.