Prabowo Subianto: Teladan Keteguhan dan Semangat Pantang Menyerah bagi Generasi Muda
📅 Senin, 20 Okt 2025, 10:15 WIB | Oleh: Yebdi TrismarPrabowo Subianto adalah contoh seorang tokoh dalam berbagai aspek mampu mengubah keadaan yang awalnya masuk dalam kegagalan, akhirnya tergapai menjadi kenyataan. Lagi-lagi, kuncinya adalah memelihara api semangat agar tidak padam.
Di negara lain, Nelson Mandela adalah salah satu contoh pemimpin yang api semangat di dadanya tidak pernah mengenal menyerah pada keadaan. Pada masa perjuangannya melawan sistem politik yang diskriminatif di Afrika Selatan atau apartheid, ia melawan pemerintah yang diskriminatif, hingga akhirnya dia dipenjara selama 27 tahun.
Pada akhirnya, dengan semangat menyala, ia mampu membalik keadaan, yang awalnya menjadi pesakitan, dia menjadi presiden yang dipilih langsung oleh rakyatnya. Mandela adalah presiden pertama Afrika Selatan yang dipilih secara demokratis dan mampu menghapus sistem apartheid.
Bercerita mengenai pentingnya menjaga semangat, baru-baru ini, ada anak muda bernama Angga yang sebelumnya "hanya" seorang pramukantor di perusahaan pengembang perumahan, kemudian bertransformasi menjadi bos atau direktur utama perusahaan yang juga bergerak di bidang pengembang perumahan, dengan keuntungan mencapai Rp120 miliar. Dari seorang pesuruh di kantor, kini ia memiliki 400 karyawan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Demi menghargai perjuangan dan kemampuan anak muda memelihara semangat pantang menyerah itu, Prabowo dalam satu acara yang difasilitasi oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, memberi hormat kepada Angga dan seorang temannya yang merupakan pengusaha muda hebat.
"Saya jenderal, tapi saya hormat sama Kau," kata Prabowo penuh semangat, sambil menempelkan tangannya di pelipis kanan, sebagaimana tentara memberi hormat pada seseorang yang pangkatnya lebih tinggi.
Prabowo secara terbuka menyampaikan rasa salut dan hormatnya pada sosok pemuda sukses, yang tetap setia dengan penampilan sederhana itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut presiden, Angga adalah pemuda yang sukses memperoleh keuntungan, dengan tidak mencuri uang rakyat alias tidak korupsi. Bagi presiden, Angga adalah model dari putera-putera Indonesia masa depan yang harus kita banggakan.
Angga memang patut menjadi teladan bagi generasi muda. Ia adalah seorang pemuda yang lahir dari keluarga tidak mampu dan orang tuanya berpisah. Karena itu, ia sangat jauh dari fasilitas koneksi untuk menggapai sukses.
Di masa sekolah, hingga lulus, ia sempat mengalami hidup luntang-lantung karena tidak memiliki tempat tinggal. Ia kemudian biasa menginap di rumah teman, bahkan di tempat-tempat ibadah, seperti masjid dan gereja.
Saking susahnya, ia pernah depresi dan hidup dengan pikiran selalu protes pada ketentuan Allah. Ia selalu bertanya dalam pikirannya, kalau Allah Maha Kuasa dan Maha Kasih Sayang, mengapa hidupnya selalu dalam kesusahan.
Akhirnya ia dipertemukan dengan seorang pengusaha dan bersedia membinanya untuk memiliki usaha sendiri. Dari mentornya itu, ia mendapat pelajaran mengenai filosofi hidup. Si mentor mengingatkan bahwa Allah itu sangat dekat, bahkan lebih dekat dari urat leher.
Si mentor juga menyadarkan Angga untuk melakukan ibadah yang membuat Allah senang. Di luar ibadah mahdah yang tata caranya sudah ditentukan sesuai syariat, Allah suka pada ibadah yang dilakukan seseorang dengan cara membahagiakan orang lain.
Akhirnya Angga mempraktikkan hobi baru, yakni selalu ingin membuat bahagia orang lain. Di kantor, ia sering membantu orang lain, seperti mencuci kendaraan, mencuci piring di kantor, atau menyapu dan ngepel lantai, di luar waktu tugasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!