Prabowo Dorong Pengembangan SDM dan Beasiswa LPDP Disesuaikan dengan Kebutuhan Industri
Senin, 20 Okt 2025, 02:30 WIBJakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto untuk mencermati jumlah sumber daya manusia yang dibutuhkan dan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) agar sesuai dengan perkembangan industri ke depan.
Usai menghadiri rapat terbatas soal STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics) di kediaman Kertanegara, Jakarta, Minggu (19/10), Brian mengatakan bahwa Presiden Prabowo kembali mengingatkan perkembangan industri baru di Indonesia berkaitan dengan ketahanan pangan, energi, maupun hilirisasi mineral.
"Kami kembali diingatkan untuk menghitung secara cermat SDM-SDM yang dibutuhkan, termasuk juga beasiswa-beasiswa LPDP dan lain-lainnya, itu harus disesuaikan dengan rencana perkembangan industri yang akan muncul di Indonesia, sehingga apa yang dilakukan di perguruan tinggi-perguruan tinggi maupun beasiswa-beasiswa LPDP dan lain-lainnya itu sesuai jumlahnya," kata Brian saat memberikan keterangan pers di Kawasan Kertanegara, Jakarta.
Presiden Prabowo menekankan agar jumlah sumber daya manusia (SDM) yang disiapkan di perguruan tinggi harus sesuai dengan pertumbuhan industri yang ada.
Penyiapan SDM yang kompeten ini juga berkaitan dengan pelaksanaan program prioritas Presiden, seperti Makan Bergizi Gratis, Desa Nelayan dan Koperasi Desa Merah Putih.
Oleh karenanya, Kemendiktisaintek terus merumuskan kesiapan SDM di perguruan tinggi, termasuk kurikulum yang harus mengikuti perkembangan teknologi, seperti pemanfaatan kecerdasan buatan.
Selain untuk menyelaraskan dengan program prioritas Presiden, kebutuhan SDM pada bidang STEM juga diperlukan untuk meningkatkan industri pertahanan.
"Kita diminta juga menyiapkan berbagai SDM di bidang itu. Apalagi sekarang sektor pertahanan, misalnya, itu pun sangat kental dengan teknologinya. Jadi penguasaan-penguasaan teknologi, SDM-SDM, itu harapannya bisa match dengan industri yang akan tumbuh di Indonesia," kata Brian.
Adapun sejumlah anggota Kabinet Merah Putih menghadiri rapat terbatas di kediaman pribadi Presiden Prabowo Subianto di kawasan Kertanegara, Jakarta, Minggu, dengan topik pembahasan seputar Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM).
Anggota kabinet yang tampak hadir, di antaranya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Mohammad Herindra, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subianto.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Distrik Wari dan Douw Jadi Saksi, Program 1.000 HPK Tolikara Berhasil Guncang Papua
-
Bangun Dunia Kerja Inklusif, Kemnaker Siap Fasilitasi Rekrutmen Pekerja Disabilitas.
-
Pastikan Angkutan Laut Lebaran Aman dan Selamat, Ditjen Hubla Periksa Kelaiklautan Kapal Penumpang di Makassar
-
41 Mahasiswa Indonesia Timur Ditempa Jadi Calon Pemimpin Lewat Program Beasiswa
-
Kabar Gembira, Petani Deli Serdang Kini Bisa Pinjam Alat Canggih Secara Gratis, Cek Syaratnya di Sini
-
Rasakan Suasana Kuliah di Inggris Sambil Naik MRT Jakarta Lewat Kampanye Study UK
-
Arab Saudi dan UEA Lancarkan Serangan Rahasia ke Iran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.