Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pasca Kerusuhan, ITW Desak Pemerintah Siapkan ‘Panggung Demokrasi’ 

📅 Kamis, 16 Okt 2025, 21:34 WIB | Oleh:
Pasca Kerusuhan, ITW Desak Pemerintah Siapkan ‘Panggung Demokrasi’  Doc: istimewa
Ket. Ketua Presidium ITW, Edison Siahaan

JAKARTA - Aksi unjuk rasa (unras)  sebagai salah satu upaya untuk menyampaikan aspirasi di depan umum, telah  memicu peristiwa kerusuhan yang merugikan semua pihak. Rusaknya berbagai sarana prasarana lalu lintas maupun layanan publik telah memberikan dampak buruk serta memicu rasa tidak nyaman dan aman bagi masyarakat.

 Indonesia Traffic Watch (ITW) mengingatkan semua pihak agar peristiwa yang terjadi menjadi momentum untuk mewujudkan demokrasi yang aman dan damai. Serta demokrasi yang tidak menggangu aktifitas dan produktifitas masyarakat.

Ketua Presidium ITW, Edison Siahaan  mendesak  pemerintah khususnya Pemprov DKI segera merespon dengan menyiapkan lokasi/tempat untuk dijadikan ‘panggung demokrasi’.

Menurut Edison Siahaan, ‘panggung demokrasi’ akan dijadikan sebagai ajang bagi pihak-pihak yang akan menggelar unras atau menyampaikan aspirasi. Dilokasi tersebut  juga dihadirkan pihak-pihak terkait yang disebut oleh kelompok yang sedang menggelar unjuk rasa.

Sehingga, unras atau penyampaian aspirasi sebagai bentuk demokrasi yang diatur dalam ketentuan yang berlaku berjalan tanpa mengganggu aktifitas  dan produktifitas masyarakat lainnya.

“ Peristiwa kerusuhan baru-baru ini hendaknya menjadi memontem yang harus segera direspon untuk menyiapkan ‘panggung demokrasi’,” kata Edison Siahaan.

Dia mengingatkan, pemerintah agar segera mewujudkan pembuatan ‘panggung demokrasi’. Selain untuk mencegah atau meminimalisir potensi terjadinya aksi kerusuhan  saat menggelar unras, juga bentuk nyata dari pemerintah konsisten menjaga demokrasi yang nyaman dan damai bisa berlangsung di negeri ini.

ITW optimis, unras dan proses menyampaikan pendapat sebagai bagian dari demokrasi bisa berjalan dengan kondusif, bila pemerintah serius.

“ Semua pihak ingin melihat aksi dalam bentuk unras tanpa mengganggu kelancaran lalu lintas,” tegas Edison Siahaan.

Menurutnya, masyarakat sudah terlalu lama berada dalam rasa khawatir setiap aksi unras berlangsung. Ditambah lagi dengan dampak Kemacetan lalu lintas yang meresahkan. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
PSS Sleman Gagal Melanjutka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.