IPDN Harus Bebas Kekerasan, Tegas Wamendagri Akhmad Wiyagus
📅 Rabu, 15 Okt 2025, 16:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara Foto
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus mengingatkan kepada para Praja Pratama untuk tidak melakukan budaya kekerasan selama menempuh pendidikan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Kabupaten Sumedang.
“Untuk menolak dan menjauhi segala bentuk tindakan kekerasan bagi para praja,” kata Akhmad usai mengukuhkan Praja Pratama Angkatan XXXVI di Kampus IPDN, Sumedang, Rabu.
Akhmad menegaskan segala bentuk kekerasan yang terbukti dilakukan oleh praja, baik di dalam maupun di luar kampus, akan diberikan tindakan tegas sesuai peraturan yang berlaku.
“Setiap praja dituntut untuk menjunjung tinggi kode kehormatan, mematuhi seluruh peraturan tata kehidupan praja, serta menegakkan disiplin dengan menghindari segala bentuk perilaku yang dapat mencoreng nama baik institusi,” kata dia.
Dia mengatakan IPDN merupakan perguruan tinggi kedinasan yang memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang profesional melalui penyelenggaraan pendidikan tinggi kepamongprajaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Selama pendidikan di IPDN, para praja akan dibentuk dan dibekali dengan nilai-nilai Asta Praja yang menjadi dasar dan semangat pengabdian,” katanya.
Menurutnya, para praja yang menempuh pendidikan di IPDN merupakan putra-putri terbaik bangsa yang berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia dengan latar belakang sosial, ekonomi, suku, agama, ras, dan golongan yang beragam.
Oleh karena itu, ia berharap kepada setiap praja untuk dapat menumbuhkan semangat kebersamaan, solidaritas, dan gotong royong, di kalangan praja maupun dengan seluruh sivitas akademika di Kampus IPDN.
“Karena penguatan dan pengembangan IPDN perlu terus ditingkatkan sebagaimana cita-cita luhur Bapak Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno ketika mendirikan IPDN,” katanya.
Wamendagri kukuhkan 1.058 Praja Pratama angkatan XXXVI
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus mengukuhkan sebanyak 1.058 Praja Pratama angkatan XXXVI yang sudah melewati tahapan seleksi secara ketat dan dinyatakan siap mengikuti pendidikan di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang.
Akhmad mengungkapkan proses penerimaan calon praja tahun ini dilakukan melalui tahapan seleksi yang ketat dengan total pendaftar sebanyak 31.321 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
“Saya menyampaikan ucapan selamat kepada 1.058 calon Praja Pratama yang terdiri dari 745 putra dan 313 putri yang pada hari ini secara resmi dikukuhkan menjadi Praja Pratama Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) angkatan ke-36 tahun,” kata Akhmad di Sumedang, Rabu.
Akhmad menjelaskan seluruh calon praja pratama telah melalui berbagai tahapan pembinaan seperti pengenalan budaya akademik, dan Pendidikan Dasar Mental dan Disiplin Praja (Diksarmendispra).
Menurutnya tahapan tersebut bertujuan untuk membentuk karakter dan disiplin calon praja IPDN melalui pelatihan fisik, mental, wawasan kebangsaan, dan bela negara sebagai langkah awal untuk menempuh pendidikan di IPDN.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!