Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Imbas Berat Bagi Trans7: Kasus Program Xpose Uncensored jadi Ujian Etika Penyiaran Nasional

📅 Rabu, 15 Okt 2025, 13:30 WIB | Oleh:
Imbas Berat Bagi Trans7: Kasus Program Xpose Uncensored jadi Ujian Etika Penyiaran Nasional Doc: KPI

JAKARTA - Polemik tayangan Xpose Uncensored milik Trans7 bukan sekadar persoalan konten yang menyinggung pesantren. Kasus ini telah berubah menjadi ujian besar bagi kredibilitas media dan ketegasan regulasi penyiaran nasional.

Badai kecaman publik datang setelah tayangan itu menampilkan adegan santri ngesot di hadapan kiai serta pemberian amplop kepada tokoh agama. Visual tersebut dianggap melecehkan martabat pesantren dan menyudutkan simbol-simbol keislaman yang dihormati.

Meski Trans7 sudah menyampaikan permintaan maaf resmi, banyak pihak menilai langkah itu belum cukup. Di mata publik, reputasi stasiun televisi tersebut kini tengah berada di titik rawan kepercayaan.

Dalam lanskap industri media yang kian kompetitif, kesalahan etika seperti ini bisa menjadi pukulan serius. Trans7 kini menghadapi tekanan dari regulator, organisasi masyarakat Islam, hingga warganet yang menuntut pertanggungjawaban hukum.

Kecaman datang dari berbagai kalangan, termasuk Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Ikatan Alumni PMII Universitas Indonesia. Mereka menilai tayangan tersebut melanggar nilai moral dan norma sosial yang berlaku di masyarakat.

"Media sebesar Trans7 seharusnya memahami konteks budaya dan agama sebelum menayangkan sebuah program," ujar seorang pejabat PBNU dalam pernyataannya.

Banyak pengamat menilai kesalahan itu bukan sekadar kekeliruan produksi, melainkan kegagalan sistem editorial yang lemah dalam penyaringan konten sensitif. Dalam ekosistem media modern, filter etika seharusnya menjadi pagar pertama sebelum program tayang ke publik.

KPI kini menjadi pihak yang paling disorot setelah publik menuntut sanksi administratif terhadap Trans7. Jika lembaga ini gagal bertindak tegas, kepercayaan masyarakat terhadap sistem pengawasan penyiaran bisa ikut runtuh.

Menurut regulasi yang berlaku, setiap lembaga penyiaran wajib menghormati norma kesusilaan, agama, dan budaya bangsa. Pelanggaran terhadap prinsip ini bisa berujung pada teguran, denda, atau bahkan penghentian program.

Dalam kasus Trans7, banyak pihak menilai KPI harus menggunakan kewenangannya secara maksimal. Tanpa sanksi yang tegas, pelanggaran serupa dikhawatirkan akan terulang dengan alasan kekhilafan semata.

Sementara itu, pakar komunikasi menilai kasus ini menunjukkan lemahnya literasi budaya di kalangan kreator televisi. Alih-alih mendidik, sebagian tayangan justru tergoda mengejar sensasi demi rating.

Reputasi Trans7 kini benar-benar dipertaruhkan. Sebagai salah satu jaringan televisi besar, mereka menghadapi risiko kehilangan kepercayaan pemirsa, terutama dari kalangan religius dan komunitas pesantren yang sangat luas.

Citra profesional yang telah dibangun selama bertahun-tahun bisa hancur hanya karena satu kesalahan editorial. Dalam era digital yang serba cepat, satu potongan video bisa viral dan menimbulkan gelombang kemarahan dalam hitungan jam.

Krisis ini juga memperlihatkan betapa pentingnya manajemen krisis komunikasi di lembaga penyiaran. Permintaan maaf yang terlambat atau dianggap tidak tulus hanya akan memperparah persepsi negatif publik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.