Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tradisi Manilik Bulan di Padang Pariaman Ditetapkan Sebagai WBTbI 2025

📅 Selasa, 14 Okt 2025, 18:50 WIB | Oleh:
Tradisi Manilik Bulan di Padang Pariaman Ditetapkan Sebagai WBTbI 2025 Doc: ANTARA/Aadiaat M. S.
Ket. Seorang jamaah tarikat Syattariyah di Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar menunjuk bulan untuk memberitahukan jamaah lainnya pada tradisi 'maniliak bulan' di Kecamatan Ulakan Tapakis.

PARIAMAN - Tradisi yang dilaksanakan oleh umat Islam aliran Syattariyah di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat untuk menentukan 1 Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri, dan Idul Adha yaitu 'Maniliak Bulan' ditetapkan sebagai satu dari tiga Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI) 2025 asal daerah tersebut.

"Dengan ditetapkannya tiga tradisi ini maka sudah ada 15 tradisi di Padang Pariaman yang ditetapkan sebagai WBTbI," kata Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Padang Pariaman Revi Asneli, di Parik Malintang, Selasa (14/10).

Pendaftaran yang dilakukan pemerintah setempat ke Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) RI beberapa waktu lalu hingga ditetapkan sebagai WBTbI merupakan salah satu upaya negara agar kegiatan yang dilaksanakan masyarakat di daerah itu selama ini diakui, dilindungi, dikembangkan, dan dilestarikan sebagai bagian dari identitas nasional dan kekayaan bangsa.

Revi mengatakan pengakuan tersebut merupakan upaya pemerintah setempat agar budaya yang ada di Padang Pariaman tidak punah akibat perkembangan zaman. Salah satu tradisi yang beberapa hari yang lalu diakui Kemenbud sebagai WBTbI yaitu 'Maniliak Bulan'.

Ia menyampaikan Maniliak Bulan biasanya dilakukan untuk menentukan awal puasa Ramadhan serta Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha yang dilaksanakan di pesisir Ulakan Tapakis.

Namun kemudian tidak jarang juga kegiatan itu dilakukan di banyak lokasi di Padang Pariaman khususnya di tempat-tempat yang mendukung melihat hilal dengan mata telanjang atau tidak menggunakan alat bantu seperti teropong. Lokasi-lokasi yang dapat melihat hilal dengan menggunakan mata telanjang tersebut yaitu di antaranya pantai dan perbukitan.

Di lokasi 'Maniliak Bulan', umat Islam aliran Syattariyah melaksanakan Salat Magrib berjamaah serta ketika sedang berpuasa maka mereka membawa bekal untuk berbuka puasa di lokasi tersebut.

Ia menyampaikan adapun dua tradisi di Padang Pariaman lainnya yang juga ditetapkan sebagai WBTbI 2025 yaitu 'Malacuik Marapulai' dan Indang Tigo Sandiang'.

Ia menjelaskan 'Malacuik Marapulai' adalah prosesi adat yang ditempuh calon pengantin laki-laki sebelum akad nikah. Tradisi tersebut mencerminkan nilai tanggung jawab dan kedewasaan.

Sedangkan Indang Tigo Sandiang merupakan kesenian yang menampilkan tiga kelompok indang yang tampil bergantian dalam satu pertunjukan. Kesenian ini menggambarkan semangat kebersamaan dan harmoni sosial.

Pemerintah setempat akan menggiatkan program-program pelestarian budaya yang telah berlangsung di tengah masyarakat di daerah itu.

"Seperti 'Indang Tigo Sandiang' yang merupakan kesenian ditampilkan saat-saat kegiatan pemerintah," tambahnya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.