Russia Bantu Korut Kembangkan Kapal Selam
📅 Selasa, 14 Okt 2025, 02:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/KCNA VIA KNS
SEOUL - Korea Utara (Korut) kemungkinan telah menerima bantuan teknis dari Russia untuk pengembangan kapal selamnya. Hal itu dikemukakan oleh Menteri Pertahanan Korea Selatan (Korsel), Ahn Gyu-back, kepada parlemen pada Senin (13/10).
Korut diketahui telah berjanji untuk mengembangkan kapal selam yang dapat meluncurkan misil balistik dan telah menguji coba misil tersebut dari platform bawah air, tetapi tidak jelas apakah Pyongyang telah berhasil menguasai peluncuran misil dari kapal selam.
Tak hanya itu, Korut juga diketahui tengah mengembangkan kapal selam bertenaga nuklir.
“Tampaknya benar bahwa Korut telah menerima berbagai teknologi untuk pengembangan kapal selamnya,” ungkap Menhan Ahn mengatakan dalam sidang Komite Pertahanan Parlemen.
Menhan Korsel tersebut juga mengatakan, bagaimanapun, masih terlalu dini untuk menyimpulkan Pyongyang telah menguji coba peluncuran SLBM (misil balistik yang diluncurkan dari kapal selam).
Sebaiknya Anda baca juga:
Korut dan Russia diketahui telah meningkatkan kerja sama militer secara drastis dalam dua tahun terakhir, dengan Pyongyang mengerahkan lebih dari 10.000 tentara untuk bertempur dalam perang Russia melawan Ukraina sebagai imbalan atas bantuan teknologi ekonomi dan militer, menurut penilaian intelijen Korsel.
Bunker Nuklir
Sementara itu seorang pejabat pemerintah kota pada Senin mengatakan bahwa pihak berwenang di Seoul berencana untuk membangun bunker sipil pertama di ibu kota Korsel yang mampu menahan serangan nuklir di bawah kompleks perumahan umum pada tahun 2028.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Rencana pembangunan bunker sipil ini bertujuan untuk melindungi dari ancaman Korut,” ungkap pejabat itu.
Pemerintah metropolitan dan perusahaan Seoul Housing and Communities Corp berencana membangun tempat penampungan untuk 999 rumah tangga yang dirancang untuk menahan serangan nuklir, biologi, atau kimia, kata pejabat itu.
Bunker di ruang bawah tanah kompleks perumahan itu akan seluas 2.147 meter persegi, menampung hingga 1.020 orang sekaligus, dan dilengkapi untuk bertahan hidup selama 14 hari.
Surat kabar Seoul Shinmun, yang pertama kali melaporkan rencana tersebut, mengatakan itu adalah langkah pertama yang diambil oleh pemerintah setempat dalam menghadapi meningkatnya ancaman nuklir dari negara tetangga Korut.
Pada parade militer besar-besaran pada Jumat (10/10) pekan lalu, Korut memamerkan misil balistik terbarunya yang mampu membawa hulu ledak nuklir ke sasaran di Korsel atau hingga daratan Amerika Serikat.
Presiden Korsel, Lee Jae-myung mengatakan jalan paling realistis untuk menurunkan risiko dari Korut adalah dengan mengamankan pembekuan produksi bom dan misil nuklir, tetapi Pyongyang telah menolak tawaran diplomatik untuk saat ini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!