ASITA Sumbar Usulkan Pembentukan Satgas Pariwisata, Demi Tata Kelola yang Lebih Baik
Selasa, 14 Okt 2025, 21:22 WIBAssociation of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Sumatera Barat (Sumbar) mengusulkan pembentukan satuan tugas (satgas) pariwisata di provinsi ini, untuk menyiapkan perangkat aturan dan sistem kerja pariwisata yang lebih tertata.
"Perlu langkah-langkah nyata untuk menjadikan pariwisata Sumbar lebih elegan, inovatif dan sesuai tuntutan zaman," kata Ketua ASITA Sumbar Darmawi, di Padang, Selasa.
Darmawi mengatakan pembentukan satgas pariwisata itu hendaknya beranggotakan lintas instansi baik itu Dinas Perhubungan, Dinas Kebersihan, Dinas Pariwisata, Satuan Polisi Pamong Praja hingga kepolisian dan pelaku wisata.
Secara umum, kata dia lagi, pihaknya terus memberikan sejumlah masukan strategis kepada pemerintah provinsi termasuk mengusulkan adanya mitigasi bencana pariwisata.
Sebab, 90 persen masalah di sektor tersebut muncul dari bencana pariwisata bukan bencana alam. Hal itu merujuk pada adanya kekecewaan para wisatawan saat berkunjung, atau mereka tidak mendapatkan pengalaman menyenangkan.
Menurut dia, bencana pariwisata dapat muncul kapan saja mulai dari pelayanan di bandara hingga interaksi pengunjung dengan pelaku wisata misalnya agen perjalanan, operator tur serta pemandu.
"Untuk itu, edukasi terhadap seluruh pelaku pariwisata dinilai penting agar dapat meminimalisir munculnya potensi bencana itu," ujarnya.
Selain itu, ASITA juga mendorong adanya regulasi yang jelas melalui peraturan daerah atau setidaknya surat edaran Gubernur guna menata ekosistem pariwisata dari hulu hingga hilir. Dengan begitu akan ada standar yang jelas mulai dari mobilisasi wisata, pemanduan hingga operasional agen perjalanan.
Gubernur Sumbar Mahyeldi menilai peningkatan hospitality atau keramahan masyarakat menjadi hal penting dalam membangun pariwisata yang nyaman dan berkesan bagi wisatawan.
Terkait rencana pembentukan satgas pariwisata yang diusulkan ASITA, ia mengatakan pihaknya telah menugaskan Dinas Pariwisata untuk menindaklanjuti usulan tersebut.
"Sudah kita minta untuk dikaji lebih detail, nanti akan disusun usulan konkretnya."
ASITA sarankan Sumbar buka rute penerbangan Padang-Kota BharuÂ
Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Sumatera Barat (Sumbar) mendorong pemerintah provinsi ini untuk membuka rute penerbangan langsung dari Kota Padang menuju Kota Bharu, Kelantan, Malaysia.
"Kelantan ini strategis sekali dimana penduduknya hampir dua juta jiwa dengan mayoritas Muslim. Kemudian juga dekat dengan wilayah lain seperti Terengganu dan Pahang hingga Pattani serta Narathiwat di Thailand," kata Ketua ASITA Sumbar Darmawi, di Padang, Selasa.
Menurut dia, rute tersebut sejalan dengan konsep Muslim friendly tourism atau kegiatan pariwisata yang menyediakan fasilitas dan layanan yang aman serta nyaman bagi wisatawan Muslim yang tengah dikembangkan oleh Sumbar.
la bahkan berharap Gubernur Sumbar dapat menjalin komunikasi langsung dengan Gubernur Pattani dan Sultan Kelantan untuk membuka peluang kerja sama tersebut.
"ASITA siap memfasilitasi sebab potensinya besar, bukan hanya pariwisata, tapi juga edu-tourism," ujarnya.
Dengan konsep edu-tourism atau wisata edukasi, maka besar peluang pelajar dari wilayah tersebut bisa berkuliah atau mengemban pendidikan di Kota Padang. Hal ini tentu akan memberikan dampak ekonomi jangka panjang.
Darmawi menegaskan ASITA berharap seluruh pemangku kebijakan dan masyarakat dapat turut memberikan perhatian lebih pada sektor pariwisata.
"Karena wisatawan yang datang ke Sumbar bukan cuma bawa cerita, tapi juga berkontribusi besar terhadap peningkatan pendapatan asli daerah dan pertumbuhan ekonomi kita," kata dia.
Saran ASITA tersebut juga selaras dengan torehan Ranah Minang yang baru saja berhasil meraih dua penghargaan bergengsi sekaligus pada ajang Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025.
Berdasarkan hasil penilaian juri, Provinsi Sumbar dinobatkan sebagai provinsi terbaik kedua secara nasional dalam pengembangan destinasi pariwisata ramah Muslim. Penghargaan itu merupakan bentuk pengakuan atas komitmen Pemprov Sumbar dalam membangun ekosistem wisata berbasis syariah yang berkelanjutan.
- Satgas Pariwisata
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Tim Koran Jakarta
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.