Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Surabaya Toreh Prestasi di Ajang Global Bloomberg Mayor Challenge

📅 Senin, 13 Okt 2025, 19:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Surabaya Toreh Prestasi di Ajang Global Bloomberg Mayor Challenge Doc: Antara
Ket. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam acara Executive Stakeholders Gathering dalam Rangka Bloomberg Mayors Challenge 2025 di Surabaya, Senin (13/10).

Surabaya - Pemkot Kota Surabaya meraih pengakuan Top 50 Bloomberg Mayors Challenge 2025 yang digagas oleh Bloomberg Philanthropies atas keseriusan dalam mengatasi masalah pencemaran lingkungan yang bersumber dari limbah popok bayi dan pembalut sekali pakai.

Pencapaian ini dirayakan dalam acara Executive Stakeholders Gathering dalam Rangka Bloomberg Mayors Challenge 2025 sekaligus presentasi final proyek prototipe inovatif yang digelar di Graha Sawunggaling, Senin (13/10).

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan latar belakang utama inovasi ini adalah kondisi darurat pencemaran Sungai Brantas dengan salah satu jenis sampah yang mendominasi adalah pembalut wanita dan popok bayi.

"Acara hari ini merupakan ajakan untuk mengurangi penggunaan bahan yang tidak dapat didaur ulang," kata Eri Cahyadi.

Ia mengemukakan sampah yang tidak dapat terurai dan cenderung dibuang ke sungai ini bukan hanya mengancam ekosistem, tetapi juga berdampak langsung pada kualitas air baku PDAM.

“Karena itu, saya berharap produsen produk-produk tersebut dapat menciptakan bahan yang sepenuhnya dapat didaur ulang. Kita harus mencegah pencemaran lingkungan Surabaya, karena pencemaran di Sungai Brantas akan berdampak langsung pada kualitas air PDAM,” kata dia.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya berkolaborasi dengan Bumbi, yakni sebuah gerakan sosial dan produsen popok bayi serta pembalut kain ramah lingkungan, meluncurkan program sosialisasi masif untuk mendorong penggunaan produk kain yang dapat dipakai berulang sebagai alternatif produk sekali pakai.

"Fokus utama kami adalah mengubah pola pikir atau mindset masyarakat, khususnya para ibu, agar beralih dari produk sekali pakai menjadi produk yang dapat didaur ulang," ujar dia.

Founder and CEO Bumbi Celia Siura menyampaikan optimisme dan rasa bangga atas pengakuan global yang diraih.

"Surabaya dengan bangga terpilih sebagai satu-satunya kota di Indonesia yang berhasil masuk dalam Top 50 Bloomberg Mayors Challenge. Kompetisi global ini diikuti oleh 630 kota dari seluruh dunia," ujar Celia.

Ia mengatakan, Kota Surabaya sempat menghadapi tantangan lingkungan yang signifikan terkait limbah popok di sungai.

"Namun, dari tantangan besar inilah lahir inovasi kita yang kini diakui dunia. Pencapaian ini membuktikan bahwa inovasi yang kita ajukan, yaitu solusi nyata untuk mengatasi masalah limbah popok, mampu memberikan dampak positif dan signifikan secara global," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

30 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

54 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.