“Hancur Lebur” Mental Timnas Indonesia Jatuh Setelah Gagal ke Piala Dunia 2026
📅 Senin, 13 Okt 2025, 21:52 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA
JAKARTA - Kegagalan menembus Piala Dunia 2026 meninggalkan luka mendalam bagi skuad Garuda. Manajer timnas Indonesia Sumardji mengungkapkan bahwa kondisi psikologis para pemain kini “hancur lebur” setelah dua kekalahan beruntun dari Arab Saudi dan Irak. Beberapa pemain, termasuk Calvin Verdonk dan Thom Haye, tampak tak kuasa menahan tangis, menggambarkan betapa beratnya beban kegagalan ini bagi tim nasional.
Situasi ini dilaporkan Sumardji setelah pertandingan terakhir putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia melawan Irak, yang berakhir dengan kekalahan 0-1.
Kekalahan ini adalah yang kedua kalinya setelah sebelumnya ditaklukkan Arab Saudi 2-3. Dua kekalahan dari Saudi dan Irak membuat tim Garuda menempati juru kunci klasemen Grup B dan langsung gugur dari persaingan.
"Ya kalau sekarang hancur lebur lah. Sudah hancur lebur. Jadi kita benar-benar, mental kami benar-benar down sekarang ini melihat hasil seperti ini," kata Sumardji setelah mendarat di Indonesia, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin.
Setelah pertandingan, terlihat Calvin Verdonk dan Thom Haye bergitu emosional. Namun, kata Sumardji, tak hanya dua pemain itu yang sangat kecewa, melainkan semuanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Menangis semuanya. Jadi, ya, sampai sekarang pun kami juga masih down mental kita kaitannya dengan itu," tambah dia.
Sementara itu, di kesempatan lainnya, kapten timnas Indonesia Jay Idzes menyampaikan pesan penuh makna setelah kegagalan timnya menembus PIala Dunia 2026.
Idzes mengaku kecewa, tetapi menegaskan bahwa kegagalan ini bukan akhir dari perjalanan Timnas Indonesia. "Meskipun kalah, perjalanan ini tidak terasa seperti sebuah kegagalan,” ujar pemain berusia 25 tahun itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Tujuan kita adalah meraih hal-hal hebat bersama, tetapi yang lebih penting adalah mengangkat nama sepak bola Indonesia di peta dunia,” tutup Idzes, pemain Sassuolo tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!