Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Program TKM, Kartu As Menaker untuk Buka Peluang Kerja Baru di Tengah Lesunya Ekonomi

📅 Minggu, 12 Okt 2025, 17:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Program TKM, Kartu As Menaker untuk Buka Peluang Kerja Baru di Tengah Lesunya Ekonomi Doc: ANTARA FOTO/Jasmine Nadhya Thanaya
Ket. Sejumlah warga menyelesaikan pembuatan pola bentuk jerapah saat mengikuti pelatihan tenaga kerja mandiri (TKM) di RPTRA Taman Sawo, Jakarta, Selasa (6/5/2025).

JAKARTA – Permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia masih menjadi isu klasik yang terus membutuhkan perhatian serius. Di satu sisi, jumlah angkatan kerja terus bertambah seiring dengan pertumbuhan penduduk usia produktif.

Namun di sisi lain, lapangan pekerjaan yang tersedia belum mampu menampung semuanya. Akibatnya, pengangguran terbuka masih terjadi, terutama di kalangan muda dan lulusan baru yang belum memiliki pengalaman kerja.

Selain itu, kualitas tenaga kerja juga masih menjadi tantangan. Banyak perusahaan mengeluhkan kesenjangan antara keterampilan yang dibutuhkan industri dengan kompetensi yang dimiliki para pencari kerja.

Sementara itu, pekerja sektor informal masih mendominasi pasar tenaga kerja, yang berarti banyak di antara mereka belum mendapatkan perlindungan sosial dan jaminan kerja yang layak.

Transformasi digital dan otomatisasi juga menambah dinamika baru. Teknologi menghadirkan peluang besar, namun sekaligus mengancam pekerjaan tradisional.

Tantangannya kini adalah bagaimana pemerintah, dunia pendidikan, dan industri dapat bergerak selaras dalam menyiapkan tenaga kerja yang adaptif, terampil, dan relevan dengan kebutuhan masa depan.

Secara keseluruhan, permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia bukan hanya soal jumlah, tapi juga kualitas, perlindungan, dan kesiapan menghadapi perubahan zaman.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menilai program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) dapat menjadi salah satu solusi atas permasalahan dan tantangan ketenagakerjaan di Indonesia.

“TKM adalah solusi bangsa karena mereka memiliki semangat wirausaha. Saya apresiasi TKM yang buka bengkel, usaha menjahit maupun usaha roti atau kue,” kata Menaker Yassierli dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (11/10).

Lebih lanjut, Yassierli menyatakan penandatanganan kerja sama para pemangku kepentingan terkait program ini pun menjadi sangat strategis.

Ia mengatakan, Kemnaker ingin memastikan setiap program TKM menjadi bagian dari ekosistem besar yang mengintegrasikan pelatihan teknis, konseling usaha, akses pasar, dan dukungan pembiayaan.

“Saya mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, lembaga pendidikan, dunia usaha, komunitas lokal, serta seluruh peserta TKM, untuk terus memperkuat kolaborasi ini,” katanya.

Menaker pun menambahkan kerja sama tersebut dapat menjadi wujud nyata dan komitmen bersama dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif, produktif, dan berkeadilan.

Ia menyadari masih banyak kelompok masyarakat yang memiliki kerentanan dalam mengakses dunia kerja, termasuk Warga Binaan Pemasyarakatan dan klien rehabilitasi narkotika.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

37 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

55 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...
Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...
Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.