Pemkab Probolinggo Siapkan Trauma Healing untuk Santri Korban Ponpes Al Khoziny
Jumat, 10 Okt 2025, 00:11 WIBSURABAYA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, Jawa Timur menyiapkan trauma healing untuk korban selamat reruntuhan mushala Pondok Pesantren Al Khoziny yakni Syahlendra Haikal (13) asal Desa Sepuhgembol, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo.
"Kami ingin Haikal tumbuh kuat dan tetap semangat mengejar cita-citanya. Pemkab Probolinggo siap mendampingi proses pemulihannya," kata Bupati Probolinggo Mohammad Haris dalam keterangannya di kabupaten setempat, Kamis (9/10).
Dilansir oleh Antara, Haris bersama Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Samsur, Kepala Dinas Kesehatan dr. Hariawan Dwi Tamtomo dan Kepala Dinas Sosial Rachmad Hidayanto sudah menjenguk Haikal ke RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, Rabu (8/10).
"Itu musibah yang bisa terjadi di mana saja. Kami datang untuk menguatkan, memastikan kondisi fisik dan psikologis Haikal baik serta menjamin pendidikannya ke depan," tuturnya.
Menurutnya pemerintah daerah akan memastikan pendampingan total bagi Haikal mulai dari aspek medis, psikologis hingga keberlanjutan pendidikan.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo dr. Hariawan Dwi Tamtomo memastikan kondisi Haikal kini stabil dan terus membaik, sehingga pemda telah menyiapkan program trauma healing yang akan dilakukan secara berkelanjutan.
"Setelah pulang dari rumah sakit, Haikal akan mendapat pendampingan dari tim medis, psikolog dan psikiater agar bisa pulih secara fisik dan mental," katanya.
Sementara itu, Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo juga menyiapkan dukungan sosial dan edukatif bagi keluarga Haikal, termasuk pemenuhan kebutuhan logistik dan akses layanan sosial selama masa pemulihan.
Dukungan moral dan pendampingan dari Gus Haris beserta jajarannya menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir di tengah warganya, terutama saat menghadapi ujian hidup yang berat.
Kisah keteguhan iman Haikal menjadi sorotan publik. Dalam kondisi terhimpit reruntuhan, ia tetap berusaha melaksanakan shalat dan menolak meminum air milik temannya yang sudah wafat. âItu bukan hak saya,â kata Haikal lirih, menunjukkan kejujuran dan keteguhan hati luar biasa.
Ibunya, Dwi Ajeng menceritakan bahwa Haikal sempat merasa diberi minum oleh seorang anak kecil misterius saat terjebak. âItu yang membuat saya yakin ada pertolongan Allah SWT,â ucapnya haru.
- Ponpes Ambruk
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Raja Charles Puji Kanada Negara "Kuat dan Bebas" di Tengah Ancaman Aneksasi Trump
-
Kiat Beri Dukungan untuk Kehamilan yang Aman Secara Emosional
-
Pelari Agus Prayogo Merasa Ada Penurunan Performa Usai Asian Games 2023
-
Pakar Teknik Sipil Sarankan Bentuk Tim Investigasi Selidiki Ambruknya Bangunan di Ponpes Al Khoziny
-
Pemerintah telah salurkan belanja bansos Rp48,8 triliun per Mei 2025
-
BNPB: Korban Meninggal di Ponpes Al Khoziny Bertambah Jadi 14 Orang, Alat Berat Terus Dikerahkan
-
Apa Alasan Persib Bandung Mendukung 11 Pemain Asing
Berita Terbaru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.