Kiat Beri Dukungan untuk Kehamilan yang Aman Secara Emosional
Rabu, 21 Mei 2025, 07:39 WIBJAKARTA - Kehamilan sering kali digambarkan sebagai masa penuh kegembiraan, penantian, dan awal yang baru, namun meski kehamilan bisa menjadi perjalanan yang indah, kehamilan juga merupakan masa perubahan fisik, emosional , dan psikologis yang sangat besar.
Ditulis laman Hindustan Times, Minggu (18/5), Konsultan Senior â Departemen Ginekologi di Cloudnine Group of Hospitals di Malad, Dr. Meghna D Sarviya mengatakan dalam periode perubahan ini, dukungan emosional tidak hanya menjadi hal yang berharga, tetapi juga penting.
"Kesejahteraan emosional dapat memengaruhi tidak hanya kesehatan ibu tetapi juga perkembangan dan hasil kehamilan. Ketika seorang wanita hamil merasa didukung secara emosional, dia lebih siap untuk menghadapi ketidakpastian, stres, dan kegembiraan dalam babak yang unik ini," katanya.
Dukungan emosional adalah tindakan hadir, mendengarkan tanpa menghakimi, memvalidasi perasaan, dan menawarkan kepastian.
Meghan mengatakan perubahan hormon, ketidaknyamanan fisik, kekhawatiran tentang persalinan atau pengasuhan anak, dan bahkan tekanan sosial dapat menyebabkan naik turunnya emosi.
Emosi kegembiraan, ketakutan, kebingungan, harapan, kerentanan, dan kebahagiaan seringkali terjadi secara bersamaan.
Dalam beberapa kasus, ibu hamil juga mungkin mengalami kecemasan tentang kesehatan bayi, kekhawatiran tentang citra tubuh, takut melahirkan, rasa bersalah atau sedih karena tidak merasa cukup bersemangat, stres yang berhubungan dengan tanggung jawab keuangan atau pekerjaan dan kesepian, terutama jika jauh dari keluarga atau kurangnya dukungan.
Dukungan emosional dapat mengurangi risiko kecemasan, depresi, dan gangguan suasana hati prenatal/pascapersalinan yang meningkatkan kesehatan mental, kesejahteraan emosional juga berdampak positif pada tekanan darah, kekebalan tubuh, dan bahkan hasil kelahiran.
Dr. Meghna D Sarviya merekomendasikan kiat-kiat berikut tentang bagaimana kita semua dapat berkontribusi untuk membuat kehamilan lebih aman secara emosional:
1. Bertanya, jangan berasumsi
Alih-alih memberi tahu wanita hamil bagaimana seharusnya perasaannya, tanyakan padanya apa yang sebenarnya ia rasakan.
2. Dengarkan tanpa menghakimi
Wanita hamil tidak membutuhkan kesempurnaanâmereka membutuhkan kehadiran.
3. Bersabarlah
Fluktuasi hormonal dan kelelahan fisik dapat membuat emosi tidak dapat diprediksi.
4. Menawarkan, jangan memaksakan
Baik itu saran, kunjungan, atau bantuan, selalu minta terlebih dahulu.
Baik itu tentang rencana kelahiran, diet, atau pilihan pengasuhan anak, dengarkan keputusannya. Ant
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Opik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.